Fokus Terregra di Energi Terbarukan 

CEO PT Terregra Asia Energy, Djani Sutedja.

PT Mitra Megatama Perkasa didirikan tahun 1995, awalnya bergerak di bidang jasa teknis khusus mesin dan pemasok suku cadang untuk kebutuhan PLN.  Selanjutnya melakukan transformasi dengan mengubah nama menjadi PT Terregra Asia Energy, sekaligus memperluas cakupan pasar dengan menggarap bisnis pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.

Bisnis energi terbarukan diwujudkan dalam pembangkit listrik tenaga mini hydro (PLTMH) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di beberapa daerah. Menurut CEO PT Terregra Asia Energy, Djani Sutedja, PLTMH milik Terregra berada di Sumatera Utara, sedangkan untuk PLTS di Indonesia Timur dan Australia. Posisinya sebagai IPP, Terregra sedang menyelesaikan dua proyek baru yang saat ini dalam tahap konstruksi. “Proyek ini diharapkan dapat beroperasi omersial pada kuartal III/2019 dan kuartal IV/2019,” ungkapnya.

Djani menargetkan, pada 2025 perusahaan sudah memiliki pembangkit dengan lapasitas terpasang 356 MW. Menurutnya, peluang bisnis terbarukan kedepan sangat besar dan membutuhkan modal yang besar pula. Hal itu yang menjadi tantangannya. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan tahun 2017, perusahaan berkode emiten TGRA ini berhasil membukukan capaian laba bersih Rp 640,90 miliar, naik 290,135 miliar dibanding tahun 2016 yang hanya sebesar Rp 164,27  miliar.

Capaian laba ini diperoleh signifikan dari penjualan barang dan jasa perawatan, Di lini penjualan Terregra membukukan angka Rp 35,25 triliun , naik 219,54% dibanding 2016. Sementara di lini jasa perawatan, perseroan membukukan angka Rp 2,66 triliun. Klien terbesar yang dimiliki adalah Putra Star Investment Holding Pte. Ltd. dengan total penjualan Rp 12,82 triliun dan berkontribusi terhadap total penjualan perusahaan mencapai 33,83%.

Selain Putra Star, klien lain Terregra yag menyumbang pemasukan adalah Spectrum Resources Co. Ltd. dan PLN dengan nilai penjualan kepada keduanya masing-masing Rp9,26 miliar dan Rp9,06 miliar. Keduanya berkontribusi terhadap total penjualan sebesar 24,42% dan 23,89%. Terregra sebagai IPP untuk PLTMH dan PLTS, juga menyediakan jasa teknis dan sudku cadang untuk PLTD (diesel) dan PLTU (uap) milik PLN.

 

Reportase: Darandono

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)