Foodizz Buka Sekolah Bisnis Kuliner Berdurasi 6 Bulan

Foodizz, perusahan EdTech kuliner, meluncurkan Sekolah Bisnis Kuliner. Sebuah program pembelajaran berbasis kurikulum terpadu untuk berbagai kalangan yang ingin memulai bisnis kuliner secara intensif dan komprehensif baik dari skala pemula maupun lanjutan.

Rex Marindo, CEO Foodizz, mengatakan, latar belakang program ini karena pihaknya melihat ada gap besar yang menyebabkan terjadinya kegagalan bisnis kuliner karena kurangnya ilmu pengetahuan yang komprehensif dan menyeluruh. Oleh karena itu, Foodizz hadir untuk memberikan edukasi dan mempersempit jarak tersebut.

“Program ini nantinya memungkinkan para peserta dapat memperoleh akses di ekosistem bisnis kuliner seperti ilmu bisnis secara teori, koneksi partnership, investor, vendor, teknologi dan perizinan pemerintah yang tentunya dengan pendampingan dari para advisor yang telah ahli di bidangnya,” jelas Rex.

Lebih jauh ia menjelaskan, Sekolah Bisnis Kuliner dapat diikuti secara online maupun offline selama 6 bulan yang terdiri dari 4 bulan program kelas dan 2 bulan mentoring yang dilakukan secara intensif.

Peserta Sekolah Bisnis Kuliner akan memperoleh pembelajaran teoritis seperti mempelajari konsep bisnis, kelas dan contoh praktis, Focus Group Discussion hingga mentoring, juga akan mempraktikkan pembelajaran secara langsung melalui project akhir yaitu mendirikan bisnis kuliner mereka sendiri dalam ekosistem bisnis kuliner, serta memiliki akses kepada pebisnis kuliner lainnya, investor, supplier, partner bisnis dan lain-lain.

Adapun output dari program ini yaitu mampu membuat: Business Plan, Pitch Deck Investor, Marketing Plan, Sistem Operasional, Perhitungan HPP dan strategi harga jual, Content Calendar, Marketing Calendar, dan mendapatkan lebih dari 50 dokumen yang dapat membuat bisnis kuliner dengan sistem.

Rex menambahkan, pada kesempatan ini juga Foodizz memberikan beasiswa dengan total senilai Rp 100 juta bagi para calon pelaku bisnis yang ingin mengikuti Sekolah Bisnis Kuliner. Dalam program ini, peserta akan mendapatkan pembelajaran dengan kurikulum terintegrasi bersama praktisi ahli, mentoring program, akses ekosistem bisnis kuliner Foodizz, E-learning yang dapat dipelajari secara berulang dan e-certificate kelulusan.

Foodizz juga mengumumkan dua penasihat baru yang merupakan ahli di bidang bisnis kuliner Indonesia, yakni Budi Satria Isman, CEO dari Mikro Investindo dan ProIndonesia Foundation; Yuzsak M Yahya, CEO Serasa Group & Business and Finance Advisor di beberapa perusahaan ternama. Rex mengatakan, kerja sama Foodizz dengan keduanya bertujuan untuk membantu mengedukasi calon pelaku bisnis kuliner dalam membangun, mengelola hingga mempertahankan bisnis kuliner mereka.

“Kami berharap, dengan adanya Sekolah Bisnis Kuliner dapat membantu terwujudnya visi dan misi Foodizz yaitu terciptanya 15.000.000 lapangan pekerjaan melalui 5.000.000 calon dan pelaku bisnis kuliner dan membantu mengembangkan usaha kuliner lokal menjadi tingkat nasional dan global," jelas Rex.

Acara peresmian Sekolah Bisnis Kuliner yang dilakukan pada Sabtu (10/4/2021) lalu ini juga dihadiri oleh Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa industri kuliner merupakan salah satu penopang ekonomi yang mampu membuka banyak lapangan pekerjaan di Indonesia. “Saya berharap, dengan adanya Sekolah Bisnis Kuliner dapat mencetak pebisnis kuliner di Indonesia yang mampu bersaing di pasar global,” ujar Sandiaga.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)