Foreo Ajak Perempuan Apresiasi Diri Sendiri

Foreo Luna 3, menggunakan aplikasi untuk membersihkan wajah (Foto: Beauty Journal Sociolla)

Saat ini persepsi kecantikan pada masyarakat memiliki standar ganda dan hal ini kemungkinan besar dapat memberikan kecemasan sosial atau depresi akibat standar yang diberikan oleh lingkungan sekitar. Walaupun berbagai kampanye self love terus dilakukan oleh banyak pihak, tidak hanya standar kecantikan yang saat ini terasa sulit dicapai namun, sering kali umur, warna kulit dan jenis kelamin seseorang ditetapkan untuk mencapai standar kecantikan tertentu.

Foreo yang merupakan beauty-tech powerhouse dari Swedia meluncurkan kampanye bertajuk “Be Younique” yang mengundang semua orang untuk menjadi diri sendiri yang luar biasa dan menjadi co-creators dari wajah baru standar kecantikan yang hanya memiliki satu kriteria yaitu - Youniqueness!

Hampir satu dekade yang lalu, visi dibalik inovasi teknologi dan terobosan produk Foreo merupakan hasil pemikiran Filip Sedic, penemu Foreo yang terinspirasi dari keberanian, kepercayaan diri dan originalitas seseorang serta satu lagu Queen. “Nama Foreo muncul dari ‘FOR EveryOne’ di mana para penemunya terinspirasi oleh lirik lagu legenda dari Queen ‘This world could be fed, This world could be fun, This could be heaven for everyone, This world could be free, This world could be one.’ Mereka juga terinspirasi dari energi, kejeniusan, dan pesona yang memikat dari Freddie Mercury. Lirik lagu dari Queen menjadi misi kami dalam meruntuhkan labelisasi dan turut menginspirasi orang lain untuk lebih berani menjadi dirinya sendiri serta sadar akan keunikan yang ada di dunia," jelas Boris Trupcevic, CEO Foreo.

“Foreo juga memiliki dua sisi, jika dihadapkan pada teknologi, kualitas dan inovasi, merek ini membiarkan produknya yang berbicara. Namun jika dihadapkan pada keberagaman dan inklusivitas, Foreo merasa dibutuhkan adanya suara khusus yang disampaikan mengenai hal ini. Be YOUnique and let your inner rockstar shine”, ungkap Trupcevic.

Seperti yang diketahui bahwa mayoritas perempuan lebih memperhatikan media yang dianggap kurang beragam dalam memotret figur perempuan dari usia, ras, bentuk dan ukuran, sedangkan laki-laki merasakan banyaknya tekanan untuk menjadi figur yang kuat secara emosional. Sebagai jawaban atas permasalahan ini, Foreo meluncurkan platform yang ditujukan untuk sehari-hari, pelaku dan pelopor, game-changers dan challengers untuk menjadi peran utama dalam film mereka sendiri. Tujuannya adalah untuk memperlihatkan pada dunia keseluruhan wajah dari kecantikan dan menolak untuk dilabelisasi oleh orang lain dan menjadikan keberagaman, inklusivitas dan individualitas di industri kecantikan ke level selanjutnya.

Terdapat harapan besar dalam membuat surga yang ditujukan bagi semua orang, data menunjukan bahwa mayoritas perempuan, tepatnya 83% ingin terlihat sebagai versi terbaik dari dirinya sendiri daripada mengikuti pandangan orang lain mengenai kecantikan, dan seluruh perempuan dari 83% tersebut percaya bahwa perempuan pasti memiliki sesuatu dari dirinya yang dianggap cantik.

Semua manusia memiliki kecantikan pada dirinya masing-masing, Foreo ingin menciptakan wadah jangka panjang dalam merayakan seluruh anggota dari proud community serta seluruh individu yang berani, berbeda dan tangguh diluar sana yang mengambil langkah bagi apa yang mereka percayai dan menjadi manusia yang cantik bagi Foreo, tanpa warna, umur, jenis kelamin dan batasan tertentu. “Kemanusiaan merupakan hal inklusif yang merepresentasikan perbedaan sembari merayakan kebudayaan dan identitas kita," ujar Trupcevic.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)