Fujitsu Dorong Digitalisasi Dokumen Kertas

Demi tercapainya produktivitas dan efisiensi dalam menjalankan bisnis dibutuhkan pengadopsian tren teknologi informasi (TI) yang optimal. Salah satu caranya adalah melakukan transformasi informasi, dari yang tradisional berbasis kertas menjadi data perusahaan yang terdigitalisasi.

Menurut Magdalena Financio, Product Manager (Imaging) Infrastructure Services & Solutions Fujitsu Indonesia, dengan mengutip survei Association for Information and Image Management (AIIM) kondisi saat ini secara global 31% kantor dipenuhi dengan tumpukan dokumen kertas, 40% data penting perusahaan berbasis kertas dan 56% masih menggunakan tanda tangan di atas kertas.Fujitsu Indonesia

Digitalisasi data mampu mendukung beragam bisnis dan institusi dalam memudahkan mereka dalam melakukan pencarian, pengaksesan serta pemrosesan lebih lanjut dengan cepat dan efisien. “Diperkirakan dengan dokumen atau data yang terdigitalisasi akan meningkatkan sekitar 53% searchability dan shareability, mengurangi kebutuhan ruang penyimpanan dokumen, serta meningkatkan sustainability dokumen hingga 4%,” kata Magdalena di Jakarta, (27/7)

Memanfaatkan peluang tren tersebut, Fujitsu Indonesia menghadirkan enam produk document scanners baru untuk memenuhi beragam kebutuhan bisnis di berbagai lini industri. Enam scanner yang diluncurkan adalah fi-7140, fi-7240, fi-7460, N7100, ScanSnap S1100i.

Seri fi-7140 beserta seri fi-7240 dilengkapi dengan flatbed unit terintegrasi, dengan Automatic Document Feeder 80 lembar, pantas untuk diletakkan di atas meja kerja, seperti di rumah sakit dan layanan kesehatan, di bank maupun perusahaan finansial, kantor-kantor pemerintah, dan di berbagai institusi atau perusahaan lainnya. Keduanya memiliki kecepatan memindai hingga 40 ppm (pages per minute) dan menawarkan beragam pilihan dan versatilitas dengan fitur-fitur ini sekelas scanner high-end, seperti fungsi Paper Protection, Skew Reducer dan PaperStream IP.

Adapula scanner portable dengan pendekatan mobilitas bisnis bagi penggunanya, yaitu ScanSnap S1100i. Dengan bobot hanya sekitar 350g dapat memindai kertas dari yang ukuran terkecil satu inchi hingga terbesar 34 inchi (863mm) panjangnya atau dua dokumen ukuran kecil, seperti kartu nama atau nota dalam waktu bersamaan.

Selain itu seiring melesatnya kebutuhan untuk network scanner di perusahaan-perusahaan berskala kecil hingga besar, Fujitsu N7100 hadir mengusung CPU dan Gi processor yang mampu memroses image sepuluh kali lebih cepat dibandingkan pendahulunya, N1800. Hal ini tentu memudahkan pengguna dalam melihat hasil dokumen-dokumen yang telah decapture dengan cepat dan instan dalam kecepatan 25 halaman per menit, tanpa perlu menunggu dan terkendala oleh jeda berarti.

Magdalena mengungkapkan saat ini Fujitsu Indonesia menguasai sebesar 39% market share untuk pasar scanner. “Dari berbagai portofolio produk Fujitsu sepert PC, server ataupun solusi aplikasi bisnis dan manufaktur salah satu top 3 yang memberikan kontribusi revenue terbesar bagi Fujitsu Indonesia adalah scanner,” ujar Magdalena. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)