Gadaimu, Penguasa Baru Bisnis Gadai Swasta di Jogja

Gerai Gadaimu (Foto: Gigin W Utomo)

Naluri bisnis Rachmad Ali memang  layak diapresiasi. Setidaknya pantas diacungi  jempol. Setelah sukses membesarkan Danagung Grup, dia mencoba keberuntungan dari bisnis pegadaian swasta. Tiga tahun lalu, pengusaha pribumi ini mengakuisi PT Pegadaian Dana Sentosa. “Saya mau ambil karena dari hitungan bisnis masuk dan memiliki ijin lengkap dari OJK (,” katanya.

Pak Ali, demikian CEO Danagung Grup tersebut biasa disapa, tak perlu menangani langsung perusahaan yang baru diambil alihnya tersebut. Ia serahkan kepada professional muda untuk menjalankannya. Stephanus Susilo Aji yang berpengalaman kerja di perbankan, didapuk menjadi direktur utama. Sementara Pak Ali menempati posisi sebagai komisaris utama.

Ketika mendapatkan tawaran untuk men-take over perusahaan pegadaian tesebut, Pak Ali tidak perlu berpikir panjang. Cara berpikirnya simpel saja. Begitu tahu, perusahaan yang ditawarkan tersebut fokus menggarap pasar pegadaian, insting bisnisnya langsung merespon positif. Ia melihat bahwa pasar pegadaian masih memiliki pangsa pasar yang besar.

Sebagai praktisi bisnis perbankan yang berpengalaman, Pak Ali tentu paham kondisi di lapangan. Tak bisa dipungkiri, saat ini masih banyak warga masyarakat yang  rentan secara ekonomi. Istilah populernya ekonomi lemah. Ini terjadi karena ketidakseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan. Istilahnya Jawanya, Kokehan empyak kurang cagak. Sehingga bila ada kebutuhan mendadak, mereka dipastikan akan kelabakan.

Kondisi seperti itu, bisa menimpa siapa saja tak kenal strata sosial, baik yang berstatus sebagai pekerja maupun juragan. Bahkan yang berstatus pegawai negri sekalipun.  Apalagi mereka yang berstatus sebagai tuna karya, pasti lebih pusing tujuh keliling lagi. Nah ketika ada kebutuhan dana mendesak dan tak ada lagi tabungan yang bisa dikuras, solusinya pasti akan cari pinjaman ke sana ke mari. Bisa jadi ke sanak famili atau sahabat baik yang bisa membantu.

Namun bila merasa menghadapi jalan buntu, karena tak ada lagi siapapun yang bisa membantu, biasanya baru alternatif cari pinjaman bank. Tapi karena sifatnya yang darurat tentu tidak mudah mengakses dana kredit. Hal ini terkait dengan administrasi yang butuh proses berhari-hari. Maka solusi yang paling cepat hanyalah menggadaikan barang berharga yang dimiliki.

Saat ini, ada beberapa alternative pegadaian, baik yang konvensional maupun syariah. Dan yang sudah tidak asing lagi adalah PT Pegadaian (Persero). Pegadaian plat merah yang berslogan “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah” ini memiliki outlet yang bertebaran di mana-mana. Meskipun demikian, masih banyak calon nasabah potensial yang tak terlayani. Merekapun akhirnya banyak yang terpaksa lari ke rentenir.

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)