Galaxy Note 7 Mengecewakan, Saham Samsung Anjlok

Saham raksasa teknologi Samsung anjlok pada perdagangan Senin (12/9/2016) waktu setempat ke level terendah dalam dua bulan. Anjloknya saham Samsung diduga akibat peristiwa penarikan kembali (recall) ponsel terbaru keluaran Samsung, yaitu Galaxy Note 7 yang diberitakan mengalami masalah baterai hingga bisa meledak ketika diisi dayanya.

Bloomberg memberitakan saham Samsung hampir anjlok sebesar 11 persen sejak perdagangan hari jumat. Nilai pasarnya berkurang hingga US$ 22 miliar dalam 2 hari lantaran pelebaran larangan penggunaan Galaxy Note 7 oleh beberapa maskapai dunia.

Penurunan saham disebutkan, Bryan Ma,  Vice President of Devices Research IDC, kerusakan merek Samsung melebihi perkiraan awal yang hanya sebesar US$ 1 miliar. "Mimpi buruk Samsung hanya semakin buruk dan buruk," kata Bryan Ma. Ia mengkhawatirkan pelarangan Galaxy Note 7 bisa melebar ke portofoliuo Samsung lainnya, mengingat sulitnya membedakan antar model karena kemiripan produknya bila dilihat secara sekilas.

20160823_1154481

Seperti diketahui, Samsung Galaxy Note 7 menjadi buah bibir setelah mengalami ledakan baterai. Terhitung hingga 1 September 2016, halaman resmi Samsung menyebut telah terjadi 35 kasus ledakan di berbagai negara. Mengetahui hal tersebut, pihak Samsung pun menarik kembali unit Galaxy Note 7 yang telah terjual di kawasan tertentu. Di Indonesia, konsumen yang telah melakukan pre-order terpaksa harus membatalkan pemesanan dengan jaminan uang kembali.

Beberapa perusahaan penerbangan bahkan memberlakukan aturan yang melarang keberadaan Samsung Galaxy Note 7 dalam pesawat. Di Indonesia, beberapa penerbangan, seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan menyusul Lion Air, juga diketahui telah mengimbau penumpangnya untuk tidak menggunakan Galaxy Note 7.

Padahal produk ini sempat digadang-gadang menjadi produk yang dapat mendongkrak laba Samsung. Pada kuartal II tahun 2016, laba operasional Samsung naik 18 persen menjadi 8,1 triliun won atau U$$ 7,17 miliar. Sementara itu, laba operasional divisi perangkat mobile tumbuh 27 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 4,3 triliun won. Meroketnya laba divisi mobile tersebut merupakan dampak kuatnya penjualan smartphone tipe Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge. (EVA)

Baca juga

Antusiasme Peluncuran Galaxy Note 7

Samsung Jual Ponsel Pintar Terbanyak

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)