Gandeng Komunitas Orang Rimba, PT Lestari Asri Jaya Budidayakan Jernang

Getah Jernang (foto: dok).

PT Royal Lestari Utama (RLU) melalui anak usaha PT Lestari Asri Jaya (LAJ) selaku pemegang hak pengusahaan hutan tanaman industri di Provinsi Jambi menggandeng komunitas Orang Rimba untuk membudidayakan Jernang. Tujuan dari program ini untuk menjaga hutan seluas 9.700 hektar yang selama ini menjadi habitat hewan dilindungi Gajah dan Harimau Sumatera.

Menurut Direktur Corporate Affairs dan Sustainability PT RLU Yasmine Sagita, pihaknya mendorong komunitas Orang Rimba untuk membudidayakan Jernang dalam rangka meningkatkan taraf hidup mereka.

PT RLU melakukan pendampingan terhadap pengembangan Jernang, memberikan fasilitas budidaya, transfer teknologi, dan sebagainya. Sebelumnya PT RLU juga telah memfasilitasi Orang Rimba untuk kunjungan belajar kepada warga telah sukses membudidayakan Jernang di Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi. “Diharapkan komunitas Orang Rimba tidak hanya dapat belajar tentang bagaimana bertanam Jernang tetapi juga mengetahui cara mengatasi kendala, misalnya pengendalian hama dan penyakit, teknik pemanenan hingga penjualan buah Jernang,” katanya.

Jernang (Dhaemorhop Draco) atau Dragon Blood merupakan buah tumbuhan merambat yang ternyata memiliki potensi ekonomi yang tinggi di pasaran. Harga buah ini di pasaran bisa mencapai Rp7-9 juta per kilogram di tingkat pengepul lokal. Jernang sendiri di dunia industri sangat dikenal terutama untuk buahnya. Kalangan industri biasanya memanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan marmer, alat-alat dari batu, keramik, cat kayu, farmasi, kertas, pasta gigi, hingga kain tenun.

Sedangkan masyarakat lokal biasanya memanfaatkan Jernang sebagai obat terutama untuk diare, bahkan di Eropa memanfaatkan sebagai bahan baku untuk obat disentri. Tak hanya itu, tanaman ini juga kerap dimanfaatkan sebagai dupa, sehingga orang kerap juga menyebutnya sebagai kemenyan merah.

Setahun yang lalu melalui anak usaha PT LAJ juga memberikan pelatihan tentang Jernang kepada Orang Rimba. Dari pelatihan ini Orang Rimba menjadi tahu bagaimana cara membuat biji Jernang menjadi cepat berkecambah. Untuk tumbuh kecambah Jernang harus menunggu enam bulan maka dengan teknologi modern dapat dikembangkan dalam waktu 20 sampai 22 hari saja. 

PT LAJ juga  memberikan 300 batang Jernang siap tanam yang disalurkan di dua lokasi komunitas Orang Rimba. Sebanyak 11 kilogram buah Jernang telah dibibitkan di Pembibitan Tanaman Kehidupan Orang Rimba. Bibit ini nantinya akan ditanam di lahan milik Orang Rimba di wildlife conservation area (WCA).

Ditengah-tengah pandemi COVID-19, hadirnya budidaya tanaman dengan potensi ekonomi tentunya disambut hangat komunitas Orang Rimba. Banyak dari anak muda komunitas ini yang ikut mengembangkan biji Jernang yang akan dijadikan bibit. Mereka menyiapkan bibit Jernang dari hasil cangkok untuk ditanam di lahan milik keluarga.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)