Gandeng Tuya, Telkom Kembangkan Ekosistem Smart Home di Indonesia

Kerjasama antara Telkom dan Tuya dalam proyek smart home (Foto: Telkom)

Tren penggunaan rumah pintar (smart home) terus melonjak. Menurut Statista, perusahaan  berbasis di Jerman yang mengkhususkan diri pada kurasi data pasar dan konsumen, hingga tahun lalu saja terdapat 258,54 juta rumah pintar di seluruh dunia. Jumlah itu mewakili nilai pasar sebesar US$ 99,41 miliar. Berdasarkan hitungan Statista, tahun 2021 tingkat penetrasi rumah pintar di seluruh dunia telah mencapai 12,2%. Diperkirakan pada 2025 jumlah rumah pintar di dunia akan melonjak menjadi 478,2 juta unit.

Sebagai perusahaan yang turut melaju dalam trayek percepatan teknologi, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) tak mau ketinggalan masuk dalam perluasan proyek rumah pintar.  Langkah terbaru yang dilakukan Telkom adalah kerja sama dengan Tuya, perusahaan pengembangan kecerdasan buatan dan IoT (Internet of Thing) yang berasal dari Hanzhou, Tiongkok untuk memajukan smart home serta small and medium business (SMB) ecosystem di Indonesia. Dasar teknologinya berupa IoT cloud platform untuk IP camera dan cloud recording.

“Dengan kerja sama ini diharapkan kita dapat memperluas lebih banyak kolaborasi dengan manufacturer Smart Devices sehingga kita bisa membangun ekosistem bersama, begitu pun dengan memperluas pasar dan memberi kepuasan terhadap pelanggan-pelanggan yang sudah ada,” ujar Komang Budi Aryasa, Deputi EVP Digital Business Builder Telkom. 

Telkom maupun Tuya sama-sama membidik perluasan smart ecosystem yang menempatkan teknologi sebagai alat pengimplementasian gaya hidup cerdas dan praktis. Telkom dan Tuya mendorong rumah pintar sebagai hunian modern yang memudahkan penghuninya.

Smart home yang dikembangkan Telkom dan Tuya berguna  memantau sistem keamanan di rumah secara real-time. Selain itu, penerapan IoT juga membantu pengguna memantau kebersihan rumah dan pengaturan penggunaan listrik. Semua aktivitas ini bisa dikontrol secara jarak jauh melalui ponsel pintar. Penerapan model tersebut bisa dipakai baik pada hunian horizontal, maupun hunian vertikal, sepanjang ditunjang koneksi internet yang memadai.

Saat ini Telkom sudah memiliki layanan IndiHome Eazy. Produk ini menawarkan layanan pengawasan bagi pelanggan. Indihome Eazy adalah layanan smart home yang mengusung teknologi IoT untuk melakukan monitoring rumah  penghuni. Platform dapat terhubung dengan berbagai brand smart devices, mulai dari IP camera hingga smart plug. Pengguna bisa memantau rumah secara menyeluruh dan semua hasil rekaman tersimpan dalam cloud recording.  

“Meski sudah banyak diterapkan, pasar smart home di Indonesia masih sangat luas. Pada tahun 2022, Pasar Rumah Pintar Indonesia diproyeksikan mencapai Rp 6,3 T dan akan mencapai Rp 12 T pada tahun 2026. Penetrasi rumah tangga saat ini pada tahun 2022 sebesar 11,4% dan diperkirakan akan mencapai 18,3% pada tahun 2026. Pada tahun 2026 diproyeksikan ada akan menjadi 14,4 juta pengguna aktif Smart Home," ungkap EVP Digital Business and Technology Telkom, Saiful Hidajat. 

Selain IndiHome Eazy, Telkom juga mengembangkan layanan serupa untuk segmen UMKM atau SMB bernama SooltanCam. IP Camera dari SooltanCam dapat dipasang baik di dalam maupun di luar ruangan usaha. Layanan ini juga ditunjang oleh customer service yang beroperasi selama 24 jam penuh, sehingga membantu pelanggan jika terjadi permasalahan. 

"Saya berharap kerjasama Telkom dan Tuya dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan dan UKM, dan bersama-sama kita dapat memajukan ekosistem pintar di Indonesia", papar Saiful lebih lanjut.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)