Garap Milenial, Campina Gunakan Customer Centric

Harwindra Yoga Prasetya,, Marketing Communication Manager Campina

PT Campina Ice Cream Industry, Tbk (Campina), produsen es krim merek Campina, terus mereguk manisnya kesuksesan menggarap industri es krim di Indonesia. Sukses Campina tersebut karena keberhasilannya membangun perusahaan dengan berbasis consumer centric atau fokus dengan menciptakan pengalaman positif bagi konsumen dengan membangun layanan dan produk dan membangun engagement ke konsumen.

Pendekatan consumer centric ini memiliki tujuan akhir yaitu kepuasan pelanggan. Untuk mencapai tujuan akhir tersebut, Campina harus open minded dan peka terhadap perubahan.

Campina pun beradaptasi dengan era digital dan konsumen milenial sehingga berhasil menjadi top of mind di masyarakat Indonesia. Tentunya berkat kesuksesan tersebut, kerja keras Campina pun mendapatkan apresiasi dari beberapa pihak dalam bentuk penghargaan.

Kesuksesan Campina tidak mudah karena dengan berbasis consumer centric mengharuskan Campina untuk bisa keep up dengan kebutuhan konsumen. Konsumen sekarang yang didominasi oleh kaum muda yang memiliki keinginan yang sangat beragam.

Salah satunya adalah produk Es Krim Potong, dihadirkan Campina karena melihat demand yang tinggi dari konsumen. Harwindra Yoga Prasetya, selaku Marketing Communication Manager Campina menyebut Es Krim Potong ini idenya datang dari konsumen yang terbiasa mengkonsumsi ‘es krim uncle’ di Singapura.

“Kami hadirkan dengan ide es krim untuk dikonsumsi bersama keluarga, jadi kami hadirkan dalam kemasan karton untuk 10 sajian,” ujar pria yang akrab dipanggil Yoga ini.

Campina juga melakukan kolaborasi bersama brand lain, seperti Disney Marvel dan Nickeloden. Karakter dari kedua brand diatas dilihat Yoga sangat relevan karena sedang digemari oleh kalangan anak-anak dan remaja.

Selain produk, Campina memperkuat sektor pelayanan. Melihat market dengan demografi generasi muda, Campina menghadirkan layanan beli es krim online melalui mobile web ataupun mobile apps.

Generasi muda, menurut Yoga, memiliki kebiasaan untuk berbelanja daring untuk membeli gadget, pakaian, dan makanan. Untuk menghadirkan layanan yang excellent tersebut, Campina memiliki SOP dalam hal pemesanan dan pengiriman. Untuk pemesanan, konsumen bisa memilih tanggal berapa saja es krim dikirim.

Sedangkan untuk pengiriman, Yoga meyakinkan kalau ia dan timnya bisa menghadirkan es krim pilihan konsumen hanya dalam waktu kurang dari 2 jam. “Bahkan bisa kurang dari 1 jam, tergantung posisi dari konsumen sendiri. Intinya kami bisa pastikan es krim favorit anda berada didepan anda hanya dalam hitungan jam,”ujarnya.

Untuk mememperkuat layanan toko, Campina juga melayani pembelian melalui Go-pay. Layaknya e-commerce lainnya, toko online membutuhkan pendistribusian produk yang cepat, begitu juga Campina. Saat ini sudah ada 30 distributor atau kantor perwakilan di Pulau Jawa, dan 30 di luar Pulau Jawa. Jumlah dsitributor tersebut sangat berhasil untuk bisa melayani penggemar Campina di seluruh pelosok Indonesia.

Campina juga meluncurkan beberapa webseries dalam rangka menjangkau target market millenial dan yang relevan dengan produk baru yang diluncurkan. Campina banyak melibatkan artis dan sutradara profesional-Monty Tiwa, dan artis sepertih Omar Daniel, Refal Hady, Agatha Priscilla, dan lainnya. "Sudah lebih dari 100 ribu viewers yang melihat web series Trilogy of senses dari Campina Ini,” tukasnya.

Walaupun kini fokus menggarap digital untuk pemasarannya namun Campina tetap menggunakan cara tradisional. Untuk ATL di tahun 2019, TV, radio, dan, inflight magazine masih tetap dilakukan untuk menjangkau wilayah Indonesia yang luas. Apalagi di daerah-daerah TV dan radio masih menjadi primadona.

Terbukti dengan strategi diatas, Campina meraih market share 20% di kategori es krim. Campina juga membukukan pertumbuhan di angka 8%. Angka tersebut merupakan suatu kesuksesan jika menilik pertumbuhan industri FMCG yang hanya sekitar 5%.

“Kami optimis di tahun ini dan kedepan, karena kami menjual produk yang berkualitas, relevan dan authentic tanpa mengabaikan prinsip-prinsip pemasaran kekinian dan needs (know me better, helpme faster, wow me everywhere, bill me lesser) dari konsumen disetiap target market yang sasar,” tutur Yoga.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)