Garuda Indonesia Fokus Restrukturisasi dan Pemulihan Kinerja

Ketimbang terjebak polemik manajemen Garuda Indonesia justru lebih memilih berdiskusi dengan Kementerian BUMN untuk mendorong percepatan pemulihan kinerja

PT Garuda Indonesia (persero) Tbk. lebih memilih berfokus pada restrukturisasi dan pemulihan kinerja ketimbang berpolemik. Pasalnya saat ini ada beberapa pihak yang bermanuver untuk menyebarkan polemik yang mendiskreditkan Garuda.

Saat ini manajemen Garuda Indonesia tengah fokus melakukan tahapan akselerasi pemulihan kinerja serta menguatkan basis kinerja keuangan dan merumuskan model bisnis jangka panjang melalui program restrukturisasi secara menyeluruh.

“Proses restrukturisasi keuangan yang didalamnya meliputi restrukturisasi utang yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh beberapa konsultan pendamping, prosesnya masih berlanjut hingga saat ini merupakan fokus utama perseroan” ujar Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia dalam siara persnya di Jakarta (9/11/2021).

Sebelumnya Serikat Karyawan Garuda melaporkan Setiaputra kepada Menteri BUMN RI Erick Thohir atas dugaan berlibur bersama keluarga dengan memakai fasilitas perusahaan. Oleh karenanya serikat tersebut  meminta Menteri BUMN melakukan penyelidikan.

“Mengingat pentingnya good corporate governance (GCG) dan core value AKHLAK Kementerian BUMN dan terkait hal tersebut di atas sudah menjadi polemik serta banyaknya pertanyaan dari pihak karyawan yang disampaikan kepada kami sebagai pengurus Serikat Pekerja, maka kami memohon kiranya  Menteri BUMN dapat membentuk tim investigasi,” tulis Dwi Yulianta, Ketua Umum DPP Sekarga.

Ketimbang terjebak polemik manajemen Garuda Indonesia justru lebih memilih berdiskusi dengan Kementerian BUMN untuk mendorong percepatan pemulihan kinerja perseroan.  Garuda Indonesia juga mengomunikasikan serta menegosiasikan penyelesaian terbaik dan restrukturisasi yang optimal dengan para kreditur untuk memperbaiki fundamental kinerja ke depan. Itulah gambaran langkah-langkah strategis yang disampaikan oleh manajemen Garuda Indonesia untuk keluar dari krisis utang dan ancaman kepailitan. 

Dukungan terhadap manajemen Garuda juga datang dari Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) yang ditandatangani oleh Marciano Sabatiano selaku Plt. Ketua dan Putri Kawastari selaku Sekjen. IKAGI menyayangkan pernyataan kelompok karyawan yang mengklaim dan mengatasnamakan seluruh karyawan Garuda Indonesia.

IKAGI menilai pernyataan yang disayangkan itu bukan merupakan kesepakatan dari seluruh karyawan Garuda Indonesia. IKAGI memahami Garuda Indonesia sedang berusaha maksimal untuk melayani masyarakat serta mendukung jajaran manajemen Garuda Indonesia untuk bangkit bersama dalam setiap langkah yang diambil tanpa menyudutkan pihak manapun juga. Pernyataan IKAGI ini hampir senada dengan pernyataan yang disampaikan oleh Asosiasi Pilot Garuda (APG).

Upaya mengail di air keruh ini dilakukan dengan membuat intrik, manuver dan provokasi mulai dari rilis surat terbuka, umpan surat kaleng sampai dengan membocorkan rekaman sharing internal manajemen dengan pihak karyawan. Nampaknya upaya tersebut dilakukan untuk  membuyarkan fokus manajemen dalam merumuskan dan mengeksekusi langkah-langkah penyelesaian utang perusahaan.

Motif lainnya, intrik, manuver dan provokasi tersebut diharapkan mampu menyita perhatian publik dan pemangku kebijakan sekaligus menggoyang dan memaksa pergantian pucuk pimpinan perusahaan. Manuver dan provokasi tersebut sangatlah tidak pantas dilakukan apalagi ada indikasi kuat membawa motif dan kepentingan pribadi. Hal itu disadari betul oleh Asosiasi Pilot Garuda.

“Seharusnya saat ini seluruh elemen karyawan Garuda Indonesia saling Bersatu dan mendukung untuk memastikan keberlangsungan dengan tetap fokus dalam upaya yang lebih besar yaitu penyelamatan Garuda Indonesia”.  Hal itu disampaikan oleh Capt. Donny Kusmanagri selaku Plt Presiden APG.

Donny menambahkan memahami sulitnya kondisi industri penerbangan saat ini serta menyayangkan adanya oknum karyawan yang menyebarkan informasi yang kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah polemik tentang apakah perlu Garuda Indonesia diselamatkan atau dibiarkan pailit, dukungan terhadap keberlangsungan eksistensi Garuda Indonesia secara simbolis ditunjukkan oleh Presiden Jokowi. Dalam melakukan lawatan ke 3 negara yaitu Italia, Inggris dan Uni Emirat Arab, Presiden Jokowi memilih menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia daripada menggunakan pesawat resmi kepresidenan.

Bahkan dalam lawatan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir juga  turut serta  mendampingi Presiden Jokowi. Jadi dalam menyelesaikan masalah utang yang membelit Garuda Indonesia , pemerintah tidak membiarkan manajemen Garuda Indonesia  berjuang sendiri. Apalagi pemerintah menyadari  betul bahwa salah satu sektor yang mengalami pukulan berat akibat dampak pandemi Covid-19 adalah sektor penerbangan, tidak terkecuali maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)