Garuda Indonesia Lakukan Kick off Penerbangan Haji

Kick off atas kesiapan operasional penerbangan haji 2018/1439H akan mulai beroperasi pada 17 Juli 2018 mendatang.

Pelaksanaan layanan penerbangan haji ini merupakan salah satu momen penting bagi Garuda Indonesia Group, berkaitan dengan kepercayaan yang diberikan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI kepada Garuda sebagai maskapai penyelenggara pengangkutan udara jemaah haji Indonesia.

“Hal ini merupakan sebuah amanah besar yang harus kita laksanakan sebaik mungkin. Melayani umat Islam untuk pergi ke Tanah Suci sebagai tamu Allah merupakan tugas mulia yang jika dapat kita laksanakan dengan baik. Insya Allah akan memberikan kebaikan dan kelancaran operasional bagi Garuda Indonesia Group," ujar Pahala N.  Mansury, Direktur Utama Garuda Indonesia.

Tahun ini dari 14 pesawat berbadan lebar yang akan dioperasikan untuk operasional penerbangan haji, 10 di antaranya adalah pesawat milik Garuda, terdiri dari lima pesawat Boeing 777-300 ER dan lima pesawat Airbus A330-300.

Jumlah calon jemaah haji yang akan dilayani  Garuda tahun ini sebanyak 107.959 jemaah yang terbagi menjadi 278 kelompok terbang (kloter) dan akan diberangkatkan menuju Jeddah dan Madinah dari 9 embarkasi, yaitu Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Balikpapan, Makassar, Lombok, dan Banjarmasin.

Berkaitan dengan kian dekatnya operasional penerbangan haji tersebut, Garuda pun terus melakukan koordinasi intensif dalam memastikan pesawat-pesawat bagi penerbangan haji tahun ini dalam kondisi terbaik dan laik terbang serta memaksimalkan kesiapan personel di embarkasi dan destinasi tujuan. Demikian pula kesiapan 540 awak kabin yang akan bertugas dalam penerbangan haji tahun ini, di mana sekitar seperempat di antaranya berasal dari daerah embarkasi.

Dengan pengalaman panjang dan berbagai upaya peningkatan serta perbaikan yang terus dilakukan, Garuda  optimistis dapat memberikan kinerja terbaik dalam operasional penerbangan haji tahun ini, tentunya dengan mengedepankan aspek safety, on time performance (OTP), serta service excellence. Terlebih, Garuda Indonesia telah berhasil meng-upgrade sertifikasi pelayanan haji dari ISO 9001-2008 menjadi ISO 9001-2015.

"Tahun lalu, tingkat ketepatan waktu penerbangan haji Garuda mencapai 98,20 persen pada fase I (pemberangkatan) dan 96,00 persen pada fase II (pemulangan). Hingga tahun 2017 lalu merupakan pencapaian OTP terbaik sepanjang sejarah penerbangan haji Indonesia. Dari situ, Garuda memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan dan mempertahankan kinerja operasional penerbangan haji Garuda," tambah Pahala.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)