Gaya BTN Kelola Kredit UMKM

“Kami yakin, usaha mikro memiliki potensi untuk berkembang, tidak hanya dengan kekuatan modal, tapi mereka perlu dibekali hal lain sehingga bisa merambah ke pasar internasional. Diharapkan dengan pembinaan yang dilakukan usaha mikro agar bisa naik kelas,” ungkap Eko Waluyo, Corporate Secretary Division Bank BTN.

Menurutnya, sebagai bank yang sudah sejak 10 tahun lalu, untuk menyalurkan dan mengelola kredit UMKM, BTN melakukan rangkaian kegiatan bagi debitur, terutama yang bergerak di UMKM. Tidak sekadar mengucurkan kredit, perusahaan juga melakukan monitoring, pembinaan, dan pendampingan kepada debitur yang telah menerima fasilitas kredit UMKM. Selain itu, mengadakan pelatihan dan sosialisasi produk serta menjadi sponsor kegiatan pameran produk UMKM.

Lalu bagaimana perusahaan menyiapkan tim untuk mengelola kredit UMKM ini? Dia menjelaskan, pada level kantor pusat, pengelolaan kredit UMKM dikepalai oleh seorang kepala divisi yang membawahi dua Kepala Departemen dan 15 orang staff. Sedangkan pada level kantor cabang, kredit UMKM dikelola oleh minimal seorang Small Medium Account Officer (SMAO) dan minimal seorang pegawai oustourcing (apabila diperlukan).

Seperti diketahui, seiring dengan perbaikan ekonomi, jumlah pelaku UMKM yang berada dalam pengelolaan BTN pun meningkat, per April 2017 sudah total 3.133 debitur UMKM yang dibina, di mana sekitar 70 persen menunjukkan bisninya berjalan dan berkembang. “Kami juga memiliki fokus utama dalam Kredit Pembiayaan Rumah (KPR) atau properti, segmen pelaku usaha kecil yang kami bidik pun tidak jauh dari sektor properti,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa portofolio kredit mikro BTN belum terlalu signifikan, maka kontribusi pada laba perusahaan juga tidak besar, atau di bawah 1%. Pendapatan operasional kredit UMKM terhadap total pendapatan operasional sebesar 0,73%.

Walaupun begitu, perusahaan memberikan variasi produk pinjaman ke pelaku usaha mikro di sektor properti, tidak hanya pinjaman untuk usaha tapi juga KPR mikro, produk baru yang diluncurkan Februari lalu.KPR BTN Mikro memberi kesempatan kepada pekerja informal untuk mendapatkan pinjaman yang dapat digunakan untuk membeli rumah, membangun rumah atau merenovasi rumahnya.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)