Gebyar Pernikahan ke-10 Bidik Transaksi Rp70 Miliar

Gebyar Pernikahan Indonesia 10th Edition dengan tema Asmaradana Pengantin Jawa.
Gebyar Pernikahan Indonesia 10th Edition dengan tema Asmaradana Pengantin Jawa.

Parakrama Organizer yang telah 9 kali menggelar eksibisi pernikahan tradisional sejak tahun 2005, tahun ini kembali menghadirkan Gebyar Pernikahan Indonesia 10th Edition dengan tema Asmaradana Pengantin Jawa.

Diadakan selama tiga hari berturut-turut pada 8-10 Februari 2019 di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta, eksibisi akan terbuka untuk umum sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati dan menyaksikan rangkaian acara yang kaya akan budaya adat Jawa dan seluruh Indonesia.

Arief Rachman, Marketing Director Parakrama Organizer, menyampaikan, eksibisi yang ke-10 kali ini menjadi bukti bahwa Parakrama terus berkomitmen menjaga adat tradisional Indonesia terus dicintai masyarakat melalui berbagai eksibisi pernikahan tradisional.

“Nuansa tradisional masih menjadi idaman dan inspirasi bagi kebanyakan calon pengantin. Kami optimistis eksibisi kali ini mampu menembus angka transaksi mencapai lebih dari Rp70 miliar,” ungkap Arief.

Tema Asmaradana Pengantin Jawa, Gebyar Pernikahan Indonesia 10th Edition mengulas dengan seksama Paes Ageng Kanigaran nan anggun, megah, sakral, yang dulu hanya digunakan di kalangan keraton. Selama tiga hari berturut-turut, eksibisi akan bernuansa adat Jawa khususnya Yogyakarta, mendominasi panggung utama, area pameran hingga menjangkau sudut ruangan.

“Pameran ini didukung lebih dari 150 vendor pernikahan mulai dari venue, catering, dekorasi, busana, aksesoris, tata rias adat, undangan, fotografi, paket honeymoon hingga entertainment, seluruhnya menghadirkan berbagai informasi pernikahan yang membantu calon pengantin adakan pernikahan impian,” jelas Arief.

Menelaah pernikahan bernafaskan adat Jawa, Rostantri sebagai marketing SISS The Wedding, berujar, Paes Ageng Kanigaran Yogyakarta menjadikan pengantin laksana raja dan ratu dalam prosesi pernikahan.

Senada dengan Rostantri, Kanya Wirasati, PR dan Marketing Suryo Decor menambahkan, dekorasi memegang peran signifikan pada suatu pernikahan, karena dekorasi mampu menggambarkan latar belakang keluarga, adat budaya yang dijunjung serta harapan yang ingin dicapai. Beriringan dengan rias dan busana, dekorasi Paes Ageng Kanigaran memiliki detail yang menyempurnakan keseluruhan susunan adat dan suasana yang menggambarkan pernikahan laksana bangsawan keraton. Gebyok bernafaskan Jawa Tengah khususnya Yogyakarta, akan membangun atmosfer tradisional keraton pada ruangan.

Khusus Gebyar Pernikahan Indonesia 10th Edition, Suryo Decor akan mendekorasi keseluruhan ruangan yang mengadopsi arsitektur bangunan Gedhong Kaca Museum Hamengkubuwono IX yang terletak di kawasan keraton. Plafon konstruksi bertingkat dan ditopang tiang Soko Guru adalah ciri khas bangunan keraton dan akan didominasi warna merah, hitam dan emas sehingga masyarakat seolah dapat merasakan langsung keagungan dan keindahan Keraton Yogyakarta.”

Rangkaian acara ini dipenuhi berbagai pertunjukan menarik, dengan acara utama Parade Pengantin Nusantara yang mengangkat tema pengantin Jawa (Jawa Tengah, Barat dan Timur) persembahan dari Royale Wedding, serta berbagai kegiatan seperti pemutaran Film Royal Wedding Yogyakarta tahun 1920, talkshow dan demo membatik untuk pasangan, penampilan tarian klasik Jawa Tengah Gambyong dan Bambangan Cakil, gamelan dan campur sari, dan lainnya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)