Gelar Upacara Ngaben, Bali Siap Sambut Wisatawan

Sejumlah wisatawan mengunjungi rumah tradisional di Desa Penglipuran, Bangli, Bali. (Foto: Antara)

Pandemi Covid-19 yang makin terkendali, membuat pemerintah mulai melonggarkan aturan PPKM di tengah masyarakat. Salah satu acara yang telah diizinkan untuk dihelat adalah pelaksanaan prosesi adat Upacara Ngaben di Bali. Acara tersebut dilaksanakan dalam protokol kesehatan yang ketat, serta diawasi oleh pemerintah.

Upacara Ngaben di Bali telah dilaksanakan pada Jumat lalu di area terbuka Pantai Matahari Terbit, Sanur. Ngaben bukan hanya bagian dari warisan budaya dan prosesi keagamaan yang diagungkan, melainkan juga salah satu ikon peristiwa pariwisata yang dituju oleh wisatawan. Mulai membaiknya situasi di Pulau Dewata tersebut membuat pemerintah juga mulai membuka penerbangan langsung ke Bali dari Jepang, Korea Selatan, China, Selandia Baru dan Uni Emirat Arab pada tanggal 14 Oktober 2021.

“Data monitoring kepatuhan prokes Bali yang selalu tercatat tinggi diatas 90% menjadi modal dasar membaiknya penanganan COVID-19, turunnya level PPKM, dan dibolehkannya upacara besar seperti Ngaben atau Pelebon,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro.

Pada saat upacara Ngaben, masyarakat terpantau patuh mengenakan masker. Panitia juga menyediakan sarana penunjang seperti tempat cuci tangan dan hand sanitizer di tempat upacara. Selain itu, warga yang belum mendapatkan vaksinasi tidak diperbolehkan masuk ke lokasi.  Untuk memastikan status vaksinasi tersebut, panitia upacara mengharuskan pengunjung melakukan scan QR Code PeduliLindungi di pintu masuk.

Adaptasi kebiasaan baru di tengah upacara Ngaben diterjemahkan dengan memakai masker, pemeriksaan suhu, penyediaan tempat cuci tangan dan cairan pembersih tangan, penggunaan aplikasi Peduli Lindungi, mengurangi jumlah tamu dan panitia kapasitas sampai dengan 75%, mengadakan rapid test antigen untuk ratusan panitia yang terlibat, penempatan Satgas Kota Denpasar di tiap titik prosesi kremasi (Ngaben), penempatan spanduk dan baliho peringatan taat prokes dan penugasan MC yang selalu mengingatkan peserta Plebon untuk taat prokes.

Sebagai tambahan, capaian vaksinasi di Bali adalah salah satu tertinggi secara nasional. Menurut website kemkes.go.id per 9 Oktober 2021 sudah lebih dari 98% sasaran vaksinasi di Bali mendapatkan suntikan dosis pertama.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)