Genap 10 Tahun, Bukalapak Targetkan Bertahan Hingga 100 Tahun

Jajaran Komisaris dan Direksi Bukalapak. (Foto: Vina Anggita)

Tahun ini Bukalapak genap berusia 10 tahun. Startup besutan tiga anak muda Indonesia yaitu Achmad Zacky, Nugroho Herucahyono, dan Muhammad Fajrin Rasyid ini menargetkan bisnisnya bisa bertahan lebih dari 100 tahun.

Hal tersebut disampaikan oleh CEO Bukalapak yang baru, Rachmat Kaimuddin saat perayaan ulang tahun ke-10 Bukalapak di Kantor Pusat Bukalapak Jakarta, (10/01/2020). Menurutnya, hanya 4% perusahaan yang bisa bertahan lebih dari 10 tahun. Apalagi kata dia, saat ini hanya ada sekitar 433 unicorn, decacorn, dan hectocorn di seluruh dunia, dan Bukalapak menjadi bagian dari itu di mana sejak 2017 lalu sudah berstatus unicorn.

"Harapan kami tentu Bukalapak bisa jadi organisasi yang sustainable. Bertahan lebih dari 100 tahun yang mana probabilitasnya hanya 0,0045%," ujar Rachmat yang telah aktif menjadi CEO Bukalapak per 06 Januari ini.

Untuk mencapai hal tersebut, ia akan memfokuskan pengelolaan perusahaan pada tiga hal. Pertama, memastikan Bukalapak menjadi organisasi yang sustainable, memiliki sumber daya yang kuat dan memberikan manfaat kepada semua stakeholders, business partners, pemegang saham, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Kedua, memperluas jangkauan UMKM secara nasional dan internasional, online dan offline, melalui teknologi dan inovasi. Terakhir, menjadikan Bukalapak tempat bagi para talenta-talenta kebanggan tanah air untuk belajar, berkarya, dan bermanfaat bagi bangsa.

Kebijakan ini diharapkan Rachmat akan membawa Bukalapak menjadi penggerak roda perekonomian, dan tech commerce kebanggan Indonesia yang terus mendukung kemajuan ekonomi kerakyatan.

Rachmat juga mengatakan, potensi UMKM Indonesia untuk masuk ke ekosistem Bukalapak ke depannya masih sangat luas. "Trade e-commerce ini sendiri baru sekitar 5%, masih ada 95% transaksi yang belum dilakukan dengan online, itu jadi peluang buat Bukalapak dan kami akan selalu coba bantu perdagangan dengan teknologi yang kami miliki. Itu niat kami," katanya.

Sementara itu, sepanjang 2019 Bukalapak mencatatkan transaksi meningkat 60% dari tahun sebelumnya. Salah satu yang berkontribusi besar adalah Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 12 Desember 2019. Di tanggal itu Bukalapak mengalami kenaikan 30% dibanding tahun 2018. Hal ini sekaligus menjadi transaksi tertinggi sepanjang 10 tahun Bukapalak.

Bukalapak juga membukukan catatan keuangan yang baik di tahun 2019 dengan valuasi mencapai US$ 2,5 miliar, jumlah pengguna aktif lebih dari 70 juta pengguna, dan kunjungan aplikasi lebih dari 420 juta kali per bulan. Sementara, untuk Mitra Bukalapak kini berjumlah lebih dari 3 juta yang terdiri dari warung tradisional dan agen individual mandiri yang tersebar di 477 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)