Generali Group Berambisi Kuasai Pasar Asuransi di Indonesia

Philippe Donnet, CEO Generali Group (tengah) dan Edy Tuhirman, CEO Generali Indonesia (kanan).

Perusahaan asuransi jiwa Generali Group berhasil membukukan pendapatan premi tahun 2016 mencapai €70 miliar, dengan 55 juta nasabah di 60 negara.

Kini perusahaan asal Italia itu siap meningkatkan agresivitas bisnisnya di Indonesia dan mengusai pangsa pasar terbesar. Pasalnya, negara kita ini dianggap sebagai negara dengan potensi pertumbuhan tertinggi di Asia, bersama India dan China. “Banyak industri dan perusahaan melihat Indonesia sebagai pasar potensial. Saat ini kami telah berada di 5 besar persaingan asuransi tanah air. Target kami adalah masuk dalam jajaran 3 besar asuransi nasional. Indonesia akan menjadi prioritas utama kami di Asia,” ujar  Philippe Donnet, CEO Generali Group saat ditemui di Generali Tower, Jakarta (14/2/2018).

Saat ini tercatat kontribusi Gross Written Premium (GWP) dari seluruh bisnis di Asia sebesar € 2,6 miliar atau 4% dari total bisnis Generali Group. “Kami melihat potensi pertumbuhan jangka panjang kami di Indonesia sangat luar biasa, hal ini terlihat dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 265,4 juta orang, di mana 60% di antaranya masih berada di bawah 35 tahun,” dia menambahkan.

Iplan Syariah yang diluncurkan pada Januari 2018 lalu menjadi salah satu cara Generali untuk lebih berekspansi ke dalam market asuransi nasional. Lewat produk ini, perseroan berencana menyasar kalangan yang concern terhadap keuangan syariah di Indonesia. “Kami berencana untuk memperluas pasar Generali, dengan membidik  orang-orang yang memang concern terhadap keuangan syariah yang belum terjamah asuransi konvensional kami,” kata Edy Tuhirman, CEO Generali Indonesia.

Edy menngklaim, asuransi jiwa berbasis syariah yang diluncurkan pihaknya bukan semata-mata memindahkan asuransi konvensional ke dalam konsep syariah. Tetapi lebih dari itu, pihaknya menyediakan fitur wakaf yang hanya bisa digunakan oleh asuransi syariah. "Lewat Iplan Syariah nasabah dapat berwakaf tanpa harus menunggu memiliki dana yang besar. Nasabah sudah dapat berwakaf dengan kontribusi mulai dari Rp10 ribu perhari atau Rp300 ribu setiap bulan," ujarnya menguraikan.

Generali akan menitik beratkan para agennya untuk mengenalkan dan memasarkan asuransi berbasis syariah ini. “Nantinya kami akan melakukan sertifikasi kepada para agen yang menawarkan Iplan Syariah, sehingga mereka memiliki keahlian dalam menjual produk syariah. Selain itu, kemungkinan kami akan merekrut orang baru untuk memasarkan ini,” ujarnya.

Lebih jauh, Philippe Donnet mengatakan tidak menutup kemungkinan konsep asuransi syariah yang dipasarkan di Indonesia saat ini akan diadopsi ke negara-negara muslim lainnya. “Indonesia menjadi pilot project dalam pengembangan bisnis asuransi syariah Generali Group. Namun, kami sudah memiliki rencana untuk mengadopsi konsep tersebut di negara-negara muslim lainnya,” katanya. Dia pun enggan untuk menyebut negara-negara muslim mana yang saat ini tengah dibidik.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

 

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!