Gerakan 1.000 Startup dengan Format Baru

Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama penggerak ekosistem digital Indonesia, menginisiasi Gerakan Nasional 1.000 startup. Tujuannya untuk melahirkan perusahaan rintisan yang berkualitas dan dapat memberikan dampak dengan menyelesaikan permasalahan di Indonesia.

Gerakan ini ditargetkan akan menciptakan 1.000 perusahaan baru dengan total valuasi bisnis senilai US$10 miliar pada tahun 2020.

Inisiasi ini muncul dilandasi oleh prediksi capaian ekonomi digital di Indonesia sebesar US$130 miliar dengan angka pertumbuhan per tahun sebesar 50%. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga telah mendeklarasikan untuk menjadikan indonesia sebagai The digital energy of Asia.

Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, mengatakan, program the next 1.000 digital startup intinya ingin melakukan evaluasi dan review, dan akan ada beberapa perbedaan dengan penyelenggaraan sebelumnya.

Pertama, akan ada banyak variasi program. Jika sebelumnya peserta diwajibkan untuk mengikuti program dari awal. Sekarang, mereka bisa memilih program mana yang cocok dengan bisnis startup-nya. Kedua, akan ada penambahan jumlah kota, dari yang awalnya 10 kota, menjadi 15 kota. Ketiga, akan banyak melakukan kolaborasi dengan kementerian dan institusi lain. Misalnya seperti dengan Indosat Ooredo dan Telkomsel.

“Saat ini tercatat sudah ada lebih dari 6.000 proposal yang masuk ke kami,” kata dia menambahkan. Untuk melahirkan 1.000 startup digital, strategi yang dijalankan dengan monitoring dan pembinaan yang intensif. Langkah pertama, mengadakan seminar untuk menanamkan pola pikir entrereneurship. Dalam hal ini, pemerintah menargetkan 4.000 peserta setiap tahun.

Kedua, penjaringan sebanyak 2.000 peserta untuk mengikuti tahap workshop. Peserta akan diberi pembekalan keahlian dalam membuat startup digital.

Ketiga, dari workshop tersebut, 1.000 peserta akan melanjutkan ke tahap hackathon yang menghasilkan prototipe produk dari ide sampai dengan aplikasi.

Keempat, memasuki tahap bootcamp, sebanyak 500 peserta akan diberikan mentoring mendalam untuk menyiapkan strategi peluncuran produk.

Kelima, sebanyak 200 peserta akan diinkubasi selama 3 bulan di sekitar kota per tahun, sehingga dalam 5 tahun terciptalah 1000 start up digital.

Saat ini, jumlah star up yang telah sukses menyelsaikan program ada sekitar 520. Bidang usaha startup itu terbanyak agrikultur dan pariwisata. “Hal ini disebabkan oleh banyaknya masalah di sektor tersebut,” kata Fadli Wilihandarwo, Program Manager Gerakan 1000++ Startup Digital.

Adapun 5 penambahan kota meliputi Batam, Padang, Balikpapan, Lombok, dan Menado. “Program ini akan berhasil jika kita saling berkolaborasi antara BUMN, institusi pemerintahan lain, dan swasta,” ujar Samuel mengatakan.

Ke depan, program ini akan bermitra dengan startup global yang perannya mencakiup pembaruan kurikulum, mengelola pengendalian kualitas, membuat program pertukaran mentor internasional dan regional, serta memastikan program memenuhi standar global.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)