GESS, Memajukan Teknologi dalam Dunia Pendidikan

Pembukaan GESS di JCC Senayan, Rabu (18/09/2019)

Pameran pendidikan terbesar di Asia Tenggara bertajuk Global Educational Supplies & Solutions (GESS) diselenggaran untuk kali kelima di Assembly Hall, JCC. Pameran ini akan berlangsung selama 3 hari pada 18-20 September 2019.

Tri Turturi, Direktur Pengelola Tarsus Indonesia --penyelanggara acara tersebut-- mengemukakan, acara ini tak hanya berupa pameran dan konferensi. Tapi akan dilaksanakan pula principal forum, yaitu pertemuan bagi 350 kepala sekolah dari seluruh Indonesia. Kurang lebih 150 kepala daerah dan kepala Dinas Pendidikan juga akan berpartisipasi di hari terakhir penyelenggaraan. Terakhir, Robotic Workshop & Competition menjadi pemanis acara yang melibatkan 80 exhibitor dan 5500 pre-registered visitor ini.

Dalam pembukaan GESS Indonesia 2019, Ananto Kusuma Seta, Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud, mengatakan pendidikan adalah tentang bagaimana murid menciptakan sesuatu.

“Sekarang adalah era public-private partnership. Project Based Learning harus menjadi makanan sehari-hari dalam pembelajaran. Kita tidak bisa memecahkan masalah hanya dengan ranking.” tuturnya.

Selama tiga hari pelaksanaannya, GESS Indonesia akan diisi dengan 100 sesi konferensi pendidikan yang terbagi dalam lima stage, yaitu GESS Talks, Leadership, Stream, Edtech in Action, Innovation Stage, dan Future Learning.

Para pakar internasional dunia pendidikan juga hadir sebagai pembicara, diantaranya Ger Kraus, Direktur Global Education Kidzania; Richard Churches, Lead Advisor from Education Development Trust, dan Magdalena Matulewicz, President and Co-Founder Natural Born Leaders).

Zulfikar Alimuddin, Direktur HAFECS, dalam materinya yang bertajuk Empowering Teachers Means Equipping Them by a Set of Professional Skills, memaparkan bahwa memperkokoh guru dengan keahlian pengajaran harus dilakukan. Institusinya kerap memberikan pelatihan bagi guru agar tidak hanya menyampaikan materi, tapi juga aktif mengevaluasi bagaimana siswa menangkap materi tersebut.

Terakhir, Kemendikbud meluncurkan Rumah Belajar, sebuah portal penyediaan bahan belajar yang mendukung interaksi antar komunitas. Rumah Belajar dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru PAUD hingga SMA.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)