Go-Pay Kian Agresif Gandeng UMKM

Aldi Haryo Pratomo, CEO PT Dompet Anak Bangsa (Go-Pay)Ellon, mitra pengemudi Go-Jek, tersenyum lebar usai menerima penghargaan Pendukung Inklusi Keuangan yang diserahkan Go-Jek di acara Pasar Malam Mitra Go-Jek di Gelora Bung Karno, Jakarta, Mei silam. Ellon diganjar penghargaan itu lantaran rajin menawarkan layanan dompet digital, yakni Go-Pay, kepada konsumen Go-Jek yang menggunakan jasanya. “Saya menawarkan Go-Pay dan transaksi saya paling banyak menggunakan Go-Pay dibandingkan tunai,” ucap Ellon yang sehari-hari mencari nafkah dari Go-Ride, salah satu layanan di aplikasi Go-Jek.

Di tahap awal kehadiran Go-Pay pada 2016, layanan keuangan digital ini lebih banyak dipakai pengguna yang berada di ekosistem Go-Jek. Kini, layanan Go-Pay merambah luas ke berbagai segmen usaha selain transaksi di layanan Go-Jek, antara lain pedagang makanan dan minuman di pinggir jalan.

Aldi Haryo Pratomo, CEO PT Dompet Anak Bangsa (Go-Pay), mengemukakan, saat ini Go-Pay sudah digunakan oleh jaringan restoran waralaba internasional, minimarket, pompa bensin Pertamina, dan warung-warung kecil di pinggir jalan. “Bahkan, Go-Pay sudah bisa digunakan untuk memberikan sedekah di masjid dan Baznas,” ujar Aldi. Layanan Go-Pay lainnya adalah pembelian pulsa, pembayaran tagihan listrik, pembayaram iuran BPJS Kesehatan, serta belanja di e-commerce.

Berbagai transaksi Go-Pay ini menggenjot transaksi Go-Pay. ”Setengah transaksi di aplikasi Go-Jek itu menggunakan Go-Pay,” kata Aldi mengklaim. Dampak positifnya, Go-Pay cukup mudah merangkul pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk digaet sebagai mitra Go-Pay. Sebagai contoh, pedagang kaki lima atau pemilik warung kecil, seperti warung kopi serta pedagang makanan dan minuman di pinggir jalan atau di area perumahan padat penduduk, sudah menggunakan Go-Pay. Salah satunya, pedagang Nasi Goreng Kebon Sirih di Jakarta yang melayani sistem pembayaran QRCode yang tersedia di Go-Pay. Layanan keuangan digital ini mengantongi izin dari Bank Indonesia untuk pembayaran melalui sistem QRCode pada April 2018.

Bagi pengusaha UMKM yang ingin mendaftar Go-Pay, syarat pendaftarannya tidak berbelit-belit. Mereka hanya disyaratkan mencantumkan identitas Kartu Tanda Penduduk dan nomor telepon seluler, serta memiliki rekening bank. Apabila belum memiliki rekening bank, Go-Pay memfasilitasinya untuk membuka rekening bank yang terdaftar atas nama si pedagang. Fungsi rekening ini untuk menampung dana transaksi di Go-Pay. Pedagang, lanjut Aldi, tidak perlu khawatir mengenai pencairan uangnya. Sebab, si pedagang setiap saat bisa mengambil dana di rekeningnya ini melalui ATM.

Aldi menyebutkan, konsumen sudah terbiasa menggunakan Go-Pay sehingga membentuk ekosistem pembayaran nontunai. “Hal ini juga didukung program pemasaran dan edukasi sehingga mengakselerasi tingkat pemahaman dan penggunaan masyarakat terhadap Go-Pay,” tambahnya.

Baru-baru ini, Go-Jek menggandeng BTN untuk menyediakan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi bagi mitra driver Go-Jek dan bekerjasama dengan BNI pada Maret 2018 untuk menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) bagi para pedagang yang bergabung di Go-Food. “Kerjasama seperti ini yang ingin kami tingkatkan. Kami berharap dengan pembayaran melalui Go-Pay, merchant UMKM dapat merapikan catatan transaksi yang kredibel sehinggga membantu pelaku UMKM untuk mengakses permodalan dari bank,” Aldi menerangkan. Ke depan, ia menegaskan, Go-Pay ingin meningkatkan kerjasasama dengan berbagai pihak guna meningkatkan literasi keuangan masyarakat. (*)

Sri Niken Handayani & Vicky Rachman

Riset: Hendi Pradika

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)