Go-Pay Kian Agresif Gandeng UMKM

Aldi Haryo Pratomo, CEO PT Dompet Anak Bangsa (Go-Pay)

Di tahap awal kehadiran Go-Pay pada 2016, layanan keuangan digital ini lebih banyak dipakai pengguna yang berada di ekosistem Go-Jek. Kini, layanan Go-Pay merambah luas ke berbagai segmen usaha selain transaksi di layanan Go-Jek, antara lain pedagang makanan dan minuman di pinggir jalan.

Aldi Haryo Pratomo, CEO PT Dompet Anak Bangsa (Go-Pay), mengemukakan, saat ini Go-Pay sudah digunakan oleh jaringan restoran waralaba internasional, minimarket, pompa bensin Pertamina, dan warung-warung kecil di pinggir jalan. “Bahkan, Go-Pay sudah bisa digunakan untuk memberikan sedekah di masjid dan Baznas,” ujar Aldi. Layanan Go-Pay lainnya adalah pembelian pulsa, pembayaran tagihan listrik, pembayaram iuran BPJS Kesehatan, serta belanja di e-commerce.

Berbagai transaksi Go-Pay ini menggenjot transaksi Go-Pay. ”Setengah transaksi di aplikasi Go-Jek itu menggunakan Go-Pay,” kata Aldi mengklaim. Dampak positifnya, Go-Pay cukup mudah merangkul pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk digaet sebagai mitra Go-Pay. Sebagai contoh, pedagang kaki lima atau pemilik warung kecil, seperti warung kopi serta pedagang makanan dan minuman di pinggir jalan atau di area perumahan padat penduduk, sudah menggunakan Go-Pay. Salah satunya, pedagang Nasi Goreng Kebon Sirih di Jakarta yang melayani sistem pembayaran QRCode yang tersedia di Go-Pay. Layanan keuangan digital ini mengantongi izin dari Bank Indonesia untuk pembayaran melalui sistem QRCode pada April 2018.

Bagi pengusaha UMKM yang ingin mendaftar Go-Pay, syarat pendaftarannya tidak berbelit-belit. Mereka hanya disyaratkan mencantumkan identitas Kartu Tanda Penduduk dan nomor telepon seluler, serta memiliki rekening bank. Apabila belum memiliki rekening bank, Go-Pay memfasilitasinya untuk membuka rekening bank yang terdaftar atas nama si pedagang. Fungsi rekening ini untuk menampung dana transaksi di Go-Pay. Pedagang, lanjut Aldi, tidak perlu khawatir mengenai pencairan uangnya. Sebab, si pedagang setiap saat bisa mengambil dana di rekeningnya ini melalui ATM.

Aldi menyebutkan, konsumen sudah terbiasa menggunakan Go-Pay sehingga membentuk ekosistem pembayaran nontunai. “Hal ini juga didukung program pemasaran dan edukasi sehingga mengakselerasi tingkat pemahaman dan penggunaan masyarakat terhadap Go-Pay,” tambahnya.

Baru-baru ini, Go-Jek menggandeng BTN untuk menyediakan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi bagi mitra driver Go-Jek dan bekerjasama dengan BNI pada Maret 2018 untuk menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) bagi para pedagang yang bergabung di Go-Food. “Kerjasama seperti ini yang ingin kami tingkatkan. Kami berharap dengan pembayaran melalui Go-Pay, merchant UMKM dapat merapikan catatan transaksi yang kredibel sehinggga membantu pelaku UMKM untuk mengakses permodalan dari bank,” Aldi menerangkan. Ke depan, ia menegaskan, Go-Pay ingin meningkatkan kerjasasama dengan berbagai pihak guna meningkatkan literasi keuangan masyarakat. (*)

Sri Niken Handayani & Vicky Rachman

Riset: Hendi Pradika

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag