Gofood Usung Personalisasi Pelanggan

Aristo Kristandyo, VP Marketing Gofood; Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Commercial Expansion Gojek; dan Kemal Mochtar

Sebagai salah satu pemain besar di bidang platform penghubung layanan makanan, Gofood memiliki cara khusus untuk memperluas pasar dan meningkatkan engagement pelanggan. Selain terus mengadirkan promo, platform ini mengusung strategi personalisasi untuk pelanggannya.

Seperti apakah yang dimaksud dengan personalisasi? Aristo Kristandyo, VP Marketing Gofood, menjelaskan kepada SWA di Jakarta (5/11/2018), bahwa tampilan aplikasi Gofood disesuaikan dengan masing-masing pengguna. “Pertama, kami tampilkan pilihan restoran bersasarkan kilometer terdekat. Kedua, pilihan promo atau kategori. Ketiga, berdasarkan eksplorasi kategori, yaitu restoran yang disukasi oleh pengguna di lingkungan pengguna. Memori transaksi juga bisa direkam, pada akhirnya kita tidak perlu memilih makanan lain karena sudah terbiasa. Memang ada beberapa orang yang memilih makanan yang itu-itu saja,” jelasnya.

Untuk mendapatkan big data, Gofood melakukan riset secara berkala tentang brand awareness, satisfaction index, bagaimana pelanggan merasakan aplikasi, dan lain-lain. Big data membantu pihaknya untuk memahami pilihan konsumen dan memahami tren yang ada, misalnya bahwa makan malam menjadi waktu yang paling dinikmati, disusul makan siang. “Kami memiliki data itu, kami analisa dan kami sajikan sesuai dengan persona masing-masing,” tutur Aristo. Adapun riset tersebut juga dilakukan per regional dan kota, karena setiap daerah memiliki persona yang berbeda.

Seiring dengan masa promosi, Gofood menghadirkan kampanye bertajuk Pesta MaMiMuMeMo, yang merupakan singkatan dari Makan Minum Murah Menang Mobil. Kampanye ini merupakan bentuk promosi kepada pelanggan, bahwa setiap transaksi dengan Gofood, pelanggan berkesempatan mendapatkan undian berhadiah mobil. Program ini akan digelar serentak di 15 kota di Indonesia. Tujuannya, Gofood ingin para pelaku kuliner tanah air dalam meningkatkan skala bisnis dan memperluas akses pasar.

Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Commercial Expansion Gojek, mengatakan “Layanan Gofood telah menghubungkan puluhan juta pengguna dengan hampir 300 ribu merchant di Indonesia, hal ini menjadikan Gofood sebagai platform kuliner terlengkap di Indonesia. Dengan inovasi teknologi termutakhir dan analisa big data, Gofood menjadi Social Proven Personalized Food Expert yang memberikan kemudahan kepada pengguna dalam menentukan dan menemukan kuliner favorit mereka melalui rekomendasi kuliner yang telah disesuaikan berdasarkan dengan riwayat pemesanan serta selera masing-masing pengguna.”

“Kami percaya, solusi teknologi yang ditawarkan melalui Gofood dapat membantu memotivasi industri kuliner Indonesia untuk berkontribusi lebih banyak lagi terhadap perekonomian nasional, apalagi 80% dari total jumlah merchant yang bergabung dengan Gofood merupakan pelaku UMKM, ini sekaligus mendukung gerakan ekonomi kerakyatan yang didukung oleh pemerintah,” Catherine menegaskan.

Ke depan, Gofood ingin terus memperkenalkan value-nya kepada masyarakat yang belum menjadi pelanggan Gofood. Saat ini, 40% pelanggan Gofood masih berdomisili Jakarta. “Kami ingin memperkenalkan diri pada persona-persona baru,” kata Aristo.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)