Gojek dan Pemkot Denpasar Bantu Digitalisasi Pasar Tradisional

Gopay kini bisa diakses di pasar tradisional di kawasan Denpasar, Bali. (dok. Gojek)

Gojek dan Go-Pay bersama Pemerintah Kota Denpasar telah melakukan kerja sama strategis untuk mengembangkan perekonomian kota Denpasar dalam hal optimalisasi pembayaran non-tunai, pelatihan dan pembinaan UMKM serta pembangunan shelter atau point of interest di area layanan publik.

Chief Public Policy & Goverment Relations Gojek, Shinto E. Nugroho, mengatakan, “Kami telah menerapkan pembayaran non-tunai lewat GO-PAY kepada para pedagang Pasar Badung di Kota Denpasar yang terdiri dari pedagang sayur, daging, kelontong dan pakaian untuk menjadikan pasar tradisional tersebut sebagai smart heritage traditional market,” ujarnya di Denpasar, (22/3/2019).

Shinto menambahkan, masuknya pembayaran non-tunai ke pasar tradisional ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan kepercayaan masyarakat dalam berbelanja produk lokal di pasar tradisional. Hal ini juga diharapkan berdampak positif bagi para pedagang UMKM di pasar tersebut.

"Jika masyarakat terbiasa memanfaatkan pembayaran non-tunai yang transparan dan mudah, maka Pemkot Denpasar dapat dengan mudah memperkenalkan inovasi digital lain yang dapat meningkatkan pelayanan pada sektor publik. Bersama Pemkot Denpasar kami harap bisa meningkatkan perekonomian daerah," lanjut Shinto.

Saat soft launch Pasar Badung pada bulan Februari 2019 yang lalu, Gojek turut mendukung upaya Pemkot Denpasar untuk mengurangi sampah plastik melalui upaya pro aktif dengan mengimbau mitra driver menggunakan tas hasil daur ulang yang kami kreasi sendiri dalam mengantar pesanan makanan lewat Go-Food untuk menggantikan plastik.

Sebagai tambahan informasi, per Desember 2018 aplikasi Gojek telah diunduh oleh lebih dari 130 juta pengguna, dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi terdaftar, hampir 400.000 mitra merchant usaha, lebih dari 1.5 juta agen, dan lebih dari 60.000 penyedia layanan di Asia Tenggara, dengan volume transaksi tahunan sebesar Rp2 miliar per akhir tahun 2018.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)