Gojek Terapkan Cuti Tidak Terbatas

Perusahaan teknologi Gojek punya cara unik dalam memperlakukan karyawannya. Perussahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini ternyata tidak memberikan batasan cuti bagi karyawannya alias sebebasnya, tidak terpaut jatah angka. Chief Human Resources Gojek, Monica Oudang, mengatakan awalnya memang ada kekhawatiran bahwa kebijakan itu berpotensi disalahgunakan. Namun, bersyukur kehawatiran itu tidak terbukti. “Nyatanya setelah dikelurkan (kebijakannya) tidak ada yang berlebihan, normal-normal saja,” tuturnya.

Secara lebih detail ia menjelaskan bahwa manajemen percaya bahwa masing-masing individ Gojek bisa bertanggung jawab atas tugasnya masing-masing. Meskipun diperbolehkan untuk cuti kapan saja, namun ada sejumlah hal yang harus diperhatikan. Cuti tersebut harus diambil dengan tanggung jawab penuh agar rekan sesama timnya tidak kewalahan ketika ditinggal cuti. “Harus bisa mengatur dirinya sendiri,” ia menambahkan.

Layaknya sebuah perusahaan teknologi, budaya kerja di Gojek memang diketahui sangat inovatif. Sang founder Nadiem sempat menyebutkan salah satu rahasia sukses Go-Jek adalah kemampuan timnya untuk berpikir di luar kotak dengan menjungkirbalikkan berbagai filosofi yang umum diterapkan di berbagai perusahaan dan institusi lain. Di perusahaan lain, umumnya performa seorang karyawan umumnya diukur berdasarkan pencapaian target yang dibebankan pada mereka. Namun tak demikian di Go-Jek.

Gojek menilai karyawan berdasarkan perilakunya. Perilaku yang ia maksud adalah bagaimana karyawan yang bersangkutan menerapkan nilai-nilai dasar perusahaan Gojek: Be fearless, customer obsession, zero ego, data driven, inspire others. Nadiem percaya bahwa kalau semua nilai tersebut dijalankan, maka pasti pencapaian target akan optimal.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)