Goro Buka Cabang Kedua di Cibubur

Gerai Goro yang berlokasi di Cibubur ini merupakan Pusat Grosir online offline dengan konsep B2B dan B2C. Goro sebelumya telah membuka ritell Goro Dayung UKM di Bandung, pada bulan September 2018 lalu, dan mendapat respon positif dari masyarakat sekitar. 

Goro dengan konsep bisnisnya dari Goro Grosir yang akan berada di setiap kota besar di Indonesia akan dilanjutkan di setiap kabupaten dan kecamatan yang kemudian akan dikembangkan ke pelosok. Di sinilah peranan Goro akan memiliki dampak kepada financial inclusion. Yang dibentuk oleh Goro adalah ekosistem, termasuk pembinaan kepada para UKM dan peningkatan kualitas produk dan produktivitas dari usaha UKM serta mengarahkan dan pembinaan akses kepada pasar dan distribusi yang terarah. 

Ekosistem Goro ini direkatkan dengan supply chain system teknology yang robust. Tak hanya respon yang kuat di masyarakat Bandung dengan adanya Goro Dayung, namun hampir seluruh UKM di berbagai daerah telah sepakat untuk merapat dan bermitra dengan Goro, Dari workshop yang di lakukan minggu lalu di gresik, antusias dari pengusaha mikro sangat besar dan tidak tanggung tanggung komitment 100 UKM akan menjadi mitra Goro.

“Pengembangan usaha ini sebagai percontohan pemberdayaan ekonomi UKM secara gotong royong. Wujudnya berupa retail toko bahan pokok atau gerai UKM yang melibatkan banyak pemasok di tingkat petani, peternak, di level ekonomi mikro, Respon positip juga datang dari para supplier kami, semoga dengan hadirnya Goro menjawab kebutuhan pokok bagi masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya untuk masyarakat kelas bawah dan menengah” ujar Milasari Kusumo Anggraini, Direktur Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera pada saat meresmikan Goro Grosir di Cibubur (17/10/2018).

Ke depan, Goro akan terus mengembangkan sayapnya ke berbagai daerah di Indonesia. “Hal ini dilakukan demi menggiatkan lagi prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan yang dapat menjangkau masyarakat hingga level bawah, Secara bisnis kami juga mengikuti perkembangan jaman, salah satunya dengan menggunakan platform digital yang akan memudahkan calon konsumen kami,” tegas Milasari, seorang profesional yang telah malang melintang di dunia bisnis ekonomi dan perbankan baik di dalam maupun di luar negeri.

UKM merupakan kelompok usaha dengan jumlah paling besar, bahkan terbukti mampu bertahan dari berbagai goncangan krisis konomi.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 99,9% unit usaha atau sekitar 57 juta unit usaha di Indonesia merupakan unit usaha UMKM. Kementerian Perindustrian merilis bahwa kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen dalam lima tahun terakhir. Tak hanya itu, penyerapan tenaga kerja pun meningkat pada sektor ini yaitu dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen pada periode yang sama.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)