Grup Astra Lanjutkan Dukungan Pendidikan Vokasi Industri Tahap III

Dukungan terhadap peluncuran program pendidikan vokasi digiatkan oleh Grup Astra sesuai dengan instruksi Presiden RI No. 9/2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Upaya ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Sejak tahun 2009, Grup Astra telah membina SMK sebagai bagian program kontribusi sosial perusahaan. Bersama 9 yayasannya, Grup Astra telah membina 1.290 SMK antara lain Astra Honda Motor (AHM), Astra Daihatsu Motor (ADM), Astra Otoparts, United Tractors, Politeknik Manufaktur Astra di bawah Yayasan Astra Bina Ilmu, dan Astra International.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk., Prijono Sugiarto.

Bersamaan dengan acara peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri Dalam Rangka Membangun Link and Match Industri Dengan SMK, Jumat (28/7/2017), Astra Otoparts Tbk., telah bekerja sama dengan 401 SMK di beberapa daerah di Indonesia. Acara ini diselenggarakan di kantor PT Astra Otoparts Tbk- Divisi Engineering Development Center, Kawasan Industri Greenland International Industrial Center, Cikarang. Peluncuran tahap ketiga ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan peluncuran program pendidikan vokasi industri yang sebelumnya telah diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian di Jawa Timur, Jawa Tengah serta D.I. Yogyakarta pada bulan Februari dan April 2017.

Kerja sama yang dilakukan sebagian besar berupa praktek kerja lapangan (PKL), kunjungan industri dan pengembangan kurikulum SMK. Lewat program pendidikan vokasi industri ini, Grup Astra Otoparts berencana untuk mempererat hubungan kerjasama dengan 71 SMK di Provinsi Jawa Barat melalui tujuh belas anak perusahaan Astra Otoparts. Peluncuran Program Link & Match ini dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, didampingi oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto, Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani Dzulkarnaen, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan manajemen Grup Astra.

Pembinaan dan pengembangan yang link and match antara SMK dan industri ini diinisiasi oleh Kementrian Perindustrian Republik Indonesia dengan sasaran sebanyak 1.775 SMK hingga tahun 2019 nanti, meliputi 845.000 siswa yang ditargetkan dapat bekerjasama dengan 355 perusahaan, salah satunya Grup Astra. “Program pendidikan vokasi industri ini ditujukan untuk merevitalisasi dan mengembangkan SMK, agar dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja. Peran perusahaan dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang berorientasi industri harus ditingkatkan, khususnya dukungan dalam pengembangan teaching factory dan infrastruktur,” ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Menurut Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto, keunggulan negara-negara maju berasal dari jalannya industri UKM yang disebabkan juga karena pendidikan vokasinya berjalan. “Di Jerman, sekolah vokasi itu bisa sampai tiga tahun. Proporsinya, 70% magang dan 30% teori. Di Grup Astra sendiri, kami telah menerapkan vokasi sejak tahun 2009,” ujarnya. Presiden Direktur Astra Otoparts, Hamdhani Dzulkarnaen, menambahkan bahwa kualitas tenaga kerja menjadi kunci sukses bagi pelaku industri untuk bersaing dan berkompetisi. “Saat ini industri tidak bisa hanya mengandalkan sisi keilmuan saja, akan tetapi harus juga mempertimbangkan sisi keterampilan dari tenaga kerja tersebut, diharapkan dengan adanya vokasi industri ini kebutuhan tenaga kerja tersebut dapat terpenuhi.” ucapnya.

Peluncuran program pendidikan vokasi industri ini, diikuti juga dengan penyerahan bantuan hibah dari Grup Astra kepada 97 SMK di Jawa Barat, antara lain 1 unit mesin CNC Bubut hasil produksi Winteq dari Astra Otoparts, 10 engine Daihatsu Xenia dan 10 Transmisi dari Astra Daihatsu Motor, 20 unit Sepeda motor Honda dan 20 unit Special Tools dari Astra Honda Motor, dan 66 engine Toyota Innova beserta model lainnya dari Toyota Motor Manufacturing Indonesia.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)