Grup Lippo Garap Fintech Baru Melalui Ovo

Grup Lippo semakin menyadari pentingnya sebuah data sebagai aset yang berharga.

Generasi ketiga Grup Lippo, John Riady, mengamini bahwa data adalah sumber paling berharga saat ini. Saking pentingnya, ia mengatakan data is the oil of the 21st century.

Sebagai perusahaan konglomerasi, Grup Lippo, kata dia, tidak sulit untuk mendapatkan data. Setiap harinya, data selalu berdatangan lewat aktivitas-aktivitas perusahan. Hal tersulit, menurut dia adalah untuk menerjemahkan data menjadi sesuatu yang berguna atau valuable insight. "Tantangan dari banyaknya data adalah mereka terfragmentasi," ungkap dia ketika menjadi pembicara di acara Mobile Marketing Association

Dari banyaknya jenis data, ia mengatakan data yang termasuk dalam kategori berharga adalah data transaksi. Maka itu, penting untuk Lippo mengumpulkan data, tidak hanya transaksi dari online semata namun juga transaksi di toko-toko offline.

Terbaru, Lippo Group meluncurkan sebuah platform yang mengintegrasikan loyalty poins, pembayaran digital dan juga penawaran eksklusif. Dengan adanya Ovo maka Lippo bisa melakukan profiling dengan menganalisa kecenderungan transaksi.

Singkat cerita dalam plaform Ovo tersebut, pengguna bisa mengumpulkan point dari berbelanja atau bertransaksi di merchant- Ovo misalnya Maxx Coffee, Matahari, Mataharimall.com, Foodmart, Siloam Hospital dan lain-lain . Poin tersebut nantinya dapat ditukar dengan berbagai diskon dan penawaran eksklusif.

Dengan menggunakan Ovo sebagai pembayaran digital, tentunya semua transaksi yang dilakukan dalam platform tersebut akan tercatat dan tersimpan sebagai sebuah data. "Data Omni Channel ini sangat penting, karena tidak hanya menggambarkan perilaku online saja, namun juga online dan offline." ungkapnya.

Meskipun belum disosialisasikan secara besar-besaran, namun aktivitas pengenalan Ovo mulai terasa di di mall-mall maupun rumah sakit kepemilikan Lippo group. Di Lippo Mall Puri misalnya, diberlakukan tarif parkir seharian hanya Rp 1 bila menggunakan pembayaran lewat Ovo. Sayang cucu dari Mochtar Riady ini enggan membeberkan secara detail bagaimana pemanmfaatan data itu ke depannya bagi Grup Lippo.

Ditemui usai menjadi pembicara, John terlihat tergesa-gesa lantaran harus mendatangi rapat dan belum bersedia diwawancara lebih jauh. "Maaf saya sedang terburu-buru," ucapnya ramah. Namun satu hal yang pasti keberadaan Ovo ini menjadi sebuah langkah grup Lippo masuk ke industri fintech.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)