Hacktiv8 Ciptakan Talent untuk Pasar Teknologi Informasi

 

Suasana kelas Hacktiv8 bagi programmer dan developer melalui program immersive bootcamp.

Merespons kurangnya supply developer berkualitas jika dibandingkan kebutuhan pasar sekarang, Ronald Ishak berinisiatif menciptakan Hacktiv8. Menurut Founder & CEO Hacktiv8 ini, kebutuhan talent IT yang tinggi dianggapnya tidak sebanding dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM).

Dari situlah, keinginan membangun perusahaan yang bergerak pada pelatihan developer diwujudkan dengan khusus menyediakan kursus pemrogaman intensif melalui program immersive bootcamp. Program yang ditawarkan Hacktiv8 terbuka bagi siapapun yang memiliki passion pada pemrograman. Berbagai kalangan, baik dari background IT atau non-IT dapat mengikuti Hacktiv8 dari rentang umur 88 hingga 40 tahun. “Ada pula individu yang memutuskan untuk beralih karier. Sejauh ini kami memiliki murid dan alumni dengan latar belakang non-IT seperti Teknik Nuklir, Marketing, Psikologi, Manajemen Bisnis, Geomatika & Geodesi, Teknik Elektro, dan masih banyak lagi,” ujar Ronald.

Di Hacktiv8, individu dapat membangun tech start-up mereka sendiri yang nantinya setelah mereka lulus dapat membangun produk mereka sendiri. Bentuk pengajaran Hacktiv8 memiliki komposisi 20% teori dan 80% praktek. Kurikulum yang diterapkan tidak membatasi latar belakang pengetahuan peserta didiknya. “Murid akan dilatih dan dibimbing oleh instruktur berkualitas. Pada hari kelulusan, murid dipastikan memiliki kapabilitas untuk membuat aplikasi utuh dalam 5 hari, menggunakan pengetahuan dan pembelajaran yang mereka dapat dalam waktu 12 minggu,” ungkap pria lulusan Syracuse University dengan gelar Bachelor of Science, Information Management dari Amerika Serikat ini.

Selain itu, Hacktiv8 memberikan fasilitas penempatan kerja bagi para lulusannya. Kurikulum Hacktiv8 telah teruji dengan adanya pencampaian 95% keberhasilan penempatan kerja setelah lulus. Lulusan Hacktiv8 telah memiliki 80+ hiring partner seperti Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, Loket.com, Qlue, Kudo (Grab) yang akan siap merekrut lulusannya. Coding bootcamp juga diberikan untuk menyajikan transparansi statistik hasil belajar murid yang dapat diakses melalui outcomes report di website Hacktiv8.

Biaya pendidikan untuk coding bootcamp Hacktiv8 sebesar Rp40 juta. Selain itu, bekerja sama dengan beberapa financial partners untuk membantu para calon murid yang memiliki kendala dalam hal finansial. Untuk rekruitmen dengan perusahaan hiring partners, Hacktiv8 memberikan standar minimum nilai yang harus dicapai oleh murid untuk bisa mendapatkan gaji yang sudah ditetapkan oleh perusahaan perekrut. Bagi perusahaan yang ingin menjadi hiring partner sangat terbuka lebar.

Kurikulum yang diberlakukan telah di-review oleh hiring partners dengan tujuan kurikulum kami dapat langsung menjadi jawaban atas kebutuhan industri yang ada sekarang. “Kurikulum Hacktiv8 juga mengadopsi dunia kerja. Sehingga pada saat lulusan masuk dunia kerja, mereka sudah terbiasa dan dapat beradaptasi dengan cepat. Kami menetapkan rasio pengajar 1:12 agar para murid dapat mendapatkan dukungan maksimal dari para instruktur kami,” jelas pria yang juga Founding Partner of RMKB Ventures yang mendanai perusahaan seperti Giftcard Indonesia, Printerous dan Urbanhire.

Instruktur Hacktiv8 telah memiliki 7-12 tahun pengalaman sebagai programmer. Hingga saat ini kami Hacktiv8 sudah meluluskan lebih dari 100 programmer dan developer. Hacktiv8 yang mengadopsi dunia kerja membutuhkan fleksibilitas untuk tetap bisa memberikan materi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Dengan tetap menjadi sebuah coding bootcamp memungkinkan bagi perusahaan untuk terus melakukan penyesuaian, berkembang, dan menghasilkan lulusan yang dapat beradaptasi cepat dengan dunia kerja.

 

Reportase: Jeihan Kahfi Barlian

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)