Hafele Makin Serius Garap Pasar Premium Furniture Fitting

Pasar furniture fitting ternyata sangat menjanjikan, terutama saat kelas menengah sedang bertumbuh. Masyarakat kelas ini menginginkan alur rumah yang nyaman ketika sedang beraktivitas.

Masuk ke Indonesia  sejak 1995, Hafele sebagai produk Jerman yang fokus di furniture fitting, makin serius dengan terus mengembangkan pasar hingga ke daerah-daerah.

Pada kesempatan Pameran Kitchen & Bathroom Indonesia 2017 di JI Expo Kemayoran, Hafele memperkenalkan beberapa teknologi furniture fitting yang menjadi andalan perusahaan yang berdiri di Nagold Jerman sejak 1923 ini. “Hafele  dikenal oleh para desainer interior, perusahaan furnitur, dan diler sejak lama. Fokus sales kami di B2B yang dominan, sisanya ritel,” kata Roland Poehlmann, Direktur Pengelola Hafele Indotama

Ditambahkan Timothy Purnomo, Manajer Pemasaran Hafele Indotama, produk ritelnya lebih kepada produk perlengkapan rumah. Contoh, tempat sampah dan barang pernak-pernik rumah lain. Dominasi Hafele di pasar premium furniture setting menurut Roland karena teknologi yang ditonjolkan dalam produk rumah tangga yang dihasilkan selalu memberikan solusi kebutuhan berbagai desain yang sesuai dengan keinginan penggunanya.

Timothy menjelaskan, salah satunya NavaPro Scala, produk laci premium yang sistemnya dirancang khusus agar dapat digunakan dalam waktu lama, serta sistem laci ini dirancang agar daya tarikan yang dirasakan pengguna saar menarik laci dalam keadaan kosong dan penuh tetap sama. “Kami memberikan solusi, setiap step seoptimal mungkin fungsi tiap furnitur yang kami rancang. Makanya slogan kami adalah More Life per m2,” terang Roland.

Produk Hafele bisa ditemukan di setiap rumah dengan spirit mengoptimalkan fungsi ruangan. Hafele menyediakan sistem dan perangkat furnitur di balik furnitur modern yang sudah banyak beradar di pasaran misalnya, Toto dan Metric Kitchen. Makin tingginya permintaan akan solusi yang ditawarkan Hafele membuat perusahaan yang berkantor pusat di Tangerang ini, melebarkan sayapnya dengan membuka kantor cabang di Yogja, Semarang, Surabaya, Jepara dan Denpasar.

“Kami bukan hanya menjual produk merek Hafele tapi juga mengajak pengrajin lokal di sini, terutama di daerah di mana kantor cabang kami berada untuk melebarkan sayap ke luar. Maka tidak heran ada produk Hafele yang merupakan produksi pengrajin kayu jati Jepara di Maldives, juga di berbagai negara lain,” kata Timothy. Produk para pengrajin lokal ini dikelola dibawah Hafele trading. Saat ini ada sekitar 30 persen dari total produk trading Hafele yang merupakan produk karya pengrajin Indonesia. Sayang Ronald tidak berkenan menyebut angka pertumbuhan bisnisnya di Indonesia, yang jelas di kala ekonomi melemah, bisnisnya tahun ini tetap tumbuh bagus.

Untuk menangkap pasar lebih luas, pada pameran yang berlangsung hingga akhir pekan ini, Hafele memperkenalkan inovasi terbaru dapur Jerman yang eksklusif dan permium, bukan saja mengandalkan estetika dan compact kitchen yang mengutamakan kenyamanan, kepraktisan, serta akses yang cepat terhadap barang yang disimpan di lemari, serta terdapat juga ragam aksesoris lemari dinding tempat penyimpanan pakaian dan sanitary area. Ini menunjukkan Hafele bisa memaksimalkan fungsi perabot dapur pada ruang yang minimalis.

 

Editor: Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)