Hand Sanitizer Ini Batasi Pembelian Produk dan Sweeping di E-commerce

Peluncuran Antis varian Jasmine Tea di Tokopedia Tower, Jakarta, Jumat (19/07/2019). Foto: Vina Anggita

Kekhawatiran akan penyebaran Covid-19 membuat masker, hand sanitizer hingga beberapa obat imunitas menjadi langka. Untuk masker saja, harganya bisa meningkat 10 kali lipat. Sementara untuk hand sanitizer, harganya sudah mencapai empat sampai lima kali lipat.

Kebutuhan tinggi dari masyarakat ini membuat produsen antiseptik berusaha menyuplai produknya semaksimal mungkin, salah satunya Antis. Setelah banyaknya stok kosong di berbagai supermarket hingga minimarket, Antis meningkatkan produksi hingga lebih 10 kali lipat dari produksi normal.

Tidak hanya laris di offline store, Ryan Tirta Yudhistira, Chief Sales and Marketing dari Enesis Group, mengatakan, setiap hari hampir 10.000 produk Antis terjual habis pada offical store di berbagai e-commerce dalam waktu kurang dari setengah hari setelah di-refill. Seperti pada 23 Maret kemarin, Antis melakukan restock di Tokopedia, alhasil 72.000 produk Antis habis dalam waktu 42 menit.

Melalui official store ini, kata Ryan, pihaknya dapat melakukan pembatasan pembelian per user dan menjamin harga yang diterima konsumen adalah harga normal. Antis melakukan pembatasan produk, per akun e-commerce hanya bisa membeli maksimal 2 produk setiap harinya. Pembatasan ini juga dilakukan untuk menjaga stok produk agar tidak dibeli borongan dan mencukupi kebutuhan masyarakat yang lebih luas.

"Bekerjasama dengan e-commerce partner official store Antis me-refill produknya setiap jam 12 siang di official e-commerce store Enesis. Antis berkomitmen untuk tetap menjual dengan harga yang normal sehingga konsumen tetap bisa menggunakan Antis tanpa ada permainan harga," ujar Ryan.

Selain pembatasan pembelian produk, strategi lain yang dilakukan Antis adalah melakukan sweeping di e-commerce untuk melihat adanya harga yang tidak normal atau barang yang terlihat mencurigakan. Ketika ada kejadian tersebut, pihak internal Antis akan langsung melaporkan ke perusahaan e-commerce terkait untuk langsung ditindaklanjuti oleh mereka.

"Menjaga kestabilan harga dan pemerataan kebutuhan pada end user ini memang strategi yang diterapkan Antis," tuturnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)