Harga Pangan Dorong Deflasi IHK Agustus 0,05%

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2020 kembali mengalami deflasi 0,05% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan deflasi pada Juli 2020 yang tercatat 0,10% (mtm). Perkembangan ini selain dipengaruhi oleh inflasi inti yang rendah, juga didorong deflasi pada kelompok volatile food dan administered prices.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko mengatakan, secara tahunan inflasi IHK Agustus 2020 tercatat 1,32% (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 1,54% (yoy).

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengendalikan inflasi tetap rendah dan terkendali dalam sasarannya sebesar 3,0%±1% pada 2020," ujarnya.

Onny menuturkan, inflasi inti Agustus 2020 tetap rendah dipengaruhi permintaan domestik yang lemah akibat pandemi Covid-19. Pada Agustus 2020, inflasi inti tercatat 0,29% (mtm), sedikit meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 0,16% (mtm).

Kenaikan itu terutama akibat peningkatan inflasi komoditas emas perhiasan, yang tercatat 10,75% (mtm) sejalan kenaikan harga emas dunia. Tekanan inflasi inti juga bersumber dari inflasi biaya pendidikan yang meningkat sesuai dengan pola musimannya.

"Dengan perkembangan ini, inflasi inti secara tahunan cukup rendah yakni 2,03% (yoy), melambat dibandingkan dengan inflasi Juli 2020 sebesar 2,07% (yoy)," lanjut Onny.

Adapun kelompok volatile food mencatat deflasi 1,44% (mtm), lebih dalam dibandingkan dengan deflasi bulan sebelumnya sebesar 1,19% (mtm). Perkembangan ini dipengaruhi berlanjutnya penurunan harga bahan pangan seiring permintaan domestik yang belum kuat, serta pasokan yang memadai sejalan panen di beberapa sentra produksi, distribusi yang terjaga, dan harga komoditas pangan global yang rendah.

Pada Agustus 2020, komoditas yang mencatat deflasi antara lain daging ayam ras, bawang merah, tomat, dan telur ayam ras. Dengan perkembangan ini, kelompok volatile food secara tahunan mencatat deflasi 1,09% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tercatat inflasi sebesar 0,35% (yoy).

Kelompok administered prices kembali mencatat deflasi yakni 0,02% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,07% (mtm). Perkembangan ini terutama didorong oleh berlanjutnya penurunan tarif angkutan udara sejalan promosi tiket pesawat selama perayaan hari kemerdekaan.

Sementara itu, peningkatan terjadi pada harga jual aneka rokok seiring kenaikan permintaan. Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 1,03% (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,70% (yoy).

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)