Harga Saham Telkom Diprediksi Naik 25,58%

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) atau Telkom diproyeksikan mencetak kinerja positif seiring dengan pertumbuhan kinerja fundamental perseroan. “Kami melihat harga wajar TLKM pada 12 bulan mendatang akan berada di level Rp 4.950. Saham Telkom masih berpotensi naik sebesar 25,58% dari harga saat ini,” ujar Kiswoyo Adi Joe, Senior Research PT Narada Kapital Indonesia dalam risetnya yang dikutip SWAonline di Jakarta, Rabu (25/4/2018). Harga saham TLKM pada penutupan perdagangan Rabu ini sebesar Rp 3.780.

Kiswoyo menyebutkan kinerja keuangan TLKM dalam jangka pendek berpeluang meningkat dari pendapatan di bulan Ramadhan. “Pendapatan dan net profit TLKM juga diprediksi akan meningkat selama masa lebaran, hal ini terjadi dikarenakan meningkatnya kebutuhan akan penggunaan telepon dan data seluler selama bulan lebaran,” jelas Kiswoyo. Tak mengherankan, investor mengapresiasi saham Telkom lantaran kinerja fundamentalnya diyakini masih positif di akhir tahun 2018.“Kami melihat TLKM di tahun 2018 ini EPS-nya (earning per share) bisa tumbuh 12%, atau menjadi Rp 245 dari EPS tahun 2017 sebesar Rp 219,” Kiswoyo menambahkan.

Return on Equity (ROE) emiten telekomunikasi ini berpotensi mencapai sebesar 20% di akhir tahun ini. ROE itu merupakan indikator tingkat profitabilitas yang mengacu pada tingkat pengembalian laba terhadap modal. Investor cenderung mengakumulasikan saham-saham yang angka ROE-nya relatif tinggi. Taye Shim, Kepala Riset PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, dalam kajiannya pada kemarin, menambahkan, investor asing masih terpantau mengakumulasikan beli saham TLKM. Saham Telkom pada pertengahan pekan ini merupakan salah satu dari 20 saham yang teraktif ditransaksikan investor.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham TLKM yang diransaksikan di hari itu sebanyak 7.493 kali sebanyak 69 juta lembar saham senilai Rp 263 miliar. Adapun, kinerja fundamental Telkom pada 2017 membukukan pendapatan senilai Rp 128,26 triliun, atau tumbuh 10,25% dari Rp 116,33 triliun pada 2016. Pada periode yang sama, laba bersih emiten telekomunikasi berpelat merah ini sebesar Rp 22,14 triliun, atau naik 14,43% dibandingkan 2016 sebesar Rp 19,35 triliun.

Pendapatan Telkom sepanjang tahun lalu itu dikontribusikan dari pendapatan telepon. Angkanya senilai Rp 43,91 triliun. Kemudian, pendapatan interkoneksi memberikan kontribusi terhadap pendapatan sebesar Rp 5,17 triliun, pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika Rp 68,53 triliun, pendapatan jaringan Rp 1,87 triliun, dan pendapatan lainnya Rp 8,76 triliun. Selanjutnya, aset perseroan melonjak menjadi Rp 198,48 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 179,61 triliun.

Manajemen TLKM terus menggenjot bisnis digital dan mengepakkan sayap bisnisnya. Lebih lanjut, Kiswoyo menyebutkan kemungkinan besar Telkom pada Mei 2018 TLKM akan meluncurkan satelit terbarunya yaitu satelit Telkom 4. “Total investasi keseluruhan untuk Telkom 4 sebesar US$ 190 juta. Satelit Telkom 4 direncanakan membawa 60 transponder, sebanyak 36 transponder akan disewakan untuk kebutuhan domestik, sedangkan sisa 24 transponder akan dipasarkan untuk India. Satelit Telkom 4 dapat meningkatkan pendapatan dan net profit TLKM dari menyewakan transponder,” ia menjabarkan. Ke depannya, Kiswoyo menyebutkan investor diprediksi tetap mengapresiasi saham TLKM. “Harga saham Telkom dalam 5 tahun ke depan diprediksi berada di level Rp 8.264,” ia menegaskan

Telkom merupakan merek  yang berada di peringkat 1 dalam  Most  Valuable   Indonesian   Brands   2017   dari   SWA dan Brand Finance. Telkom  juga terpilih  sebagai  peraih penghargaan Indonesia  Living  Legend Companies dari  SWA & Business Digest. Perusahaan ini meraih  predikat “Most  Trusted  Company” berdasarkan survei CGPI (Corporate Governance Perception Index) yang diselenggarakan IICG (Indonesia Institute fo Corporate Governance) dan SWA.(*)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)