Hario Berambisi Dongkrak Pasar Minuman Teh

Di Indonesia, persaingan bisnis minuman kian ketat. Meski ceruk pasarnya masih terbuka lebar, pebisnis tetap dituntut untuk menciptakan inovasi, salah satu caranya memanfaatkan teh sebagai minuman kekinian.

Pamor minuman berbahan dasar teh memang tidak sepopular minuman kopi susu yang sedang naik daun akhir-akhir ini. Teh masih dianggap sebagai minuman jadul yang identik dengan minuman orang tua.

Padahal jika diolah dan dicampurkan dengan bahan baku lainnya, teh bisa menjadi minuman yang cocok untuk kaum urban dan mampu mendatangkan keuntungan lebih bagi bisnis kafe atau restoran. Misalnya dengan mengembangkan menu Turmeric Tropical Green Tea, Tea Latte. Early Grey With Bubble Gum Syrup, Mango Lime Mint Iced Tea. dan masih banyak lagi.

Menurut Tea Master, Ratna Somantri, harus ada upaya komunikasi kepada publik bahwa teh tidak melulu "berat" tetapi bisa juga dibuat lebih menarik dan kekinian. Teh pun memiliki jenis yang beragam yang dapat dieksplorasi menjadi kreasi minuman menarik yang cocok untuk kaum milenial.

"Business owner tidak perlu takut kehabisan ide, karena teh memiliki jenis yang sangat beragam dan proses pembuatan teh kekinian juga tidak sulit," jelas Ratna, di pameran Food and Hotel Indonesia, Jakarta, (24/7/2019).

Menurutnya, pasar tea drinker lebih banyak dibandingkan dengan coffee drinker. Kondisi tersebut bisa menjadi peluang untuk memperbesar pemasukan kafe atau restoran. Selain itu, konsumen non kopi juga bisa lebih dimanjakan dengan beragam minuman teh yang menarik.

Tak hanya itu, Ratna pun menjelaskan bahwa sekarang tren masyarakat sudah beralih ke modern tea. “Rata-rata orang sudah mulai bosen minum Chinese tea atau Japanese tea. Maka dari itu banyak orang dari luar negeri berminat untuk mencari teh yang berasal dari Indonesia,” imbuhnya

Namun pertu diingat, mengolah teh menjadi minuman yang enak ternyata harus memperhatikan beberapa hal. Misalnya, teh tidak bisa dicampurkan dengan semua jenis bahan. Selain itu. untuk menghasilkan rasa, aroma dan warna teh yang baik, perlu mempertimbangkan alat seduh yang dipakai.

Ratna menjelaskan, karena teh sangat lembut (delicate), maka proses penyeduhan akan sangat menentukan hasil. Alat penyeduhan yang baik juga membantu menyeduh teh menjadi lebih mudah. “Banyak yang sering mengatakan, menyeduh teh dari daun itu tidak praktis. Sebenarnya dengan alat penyeduhan yang tepat, menyeduh daun teh itu bisa sepraktis menyeduh teh celup dengan hasil seduhan yang lebih baik" ungkap Ratna.

Berkaitan dengan hal tersebut, adapun Toffin selaku agen tunggal pemegang merek Hario pun berusaha mempermudah masyarakat dengan menciptakan alat seduh untuk teh dan kopi, mulai dari cangkir, tea dripper, kettle, tea pot, tea pitcher, tea scale, dan masih banyak lagi.

Stephanie Wibisono, Brand Manager Hario Indonesia, menambahkan, merek Hario telah lama menjadi peralatan yang banyak dipakai di kafe dan restoran, institusi pendidikan, hingga rumah tangga.

"Kami melihat sampai tahun 2019 ini, market sudah lumayan dewasa dan nama Hario sudah well-known, khususnya di market kopi. Kami sadar, ada market yang belum kami sasar, yakni market teh. Di sinilah, Hario memiliki tea equipment yang juga tak kalah dengan coffee equipment,” tegasnya.

Selain itu, Stephanie menerangkan, bahwa rata-rata tren berawal dari daerah Jakarta dan Bali, lalu pelan-pelan merambah ke Surabaya, Medan, dan barulah masuk ke wilayah Timur. “Menurut saya, adaptasi wilayah Timur relatif cepat terhadap perkembangan industri kopi, dan juga teh ke depannya,” ujarnya dengan optimistis.

Berbicara mengenai penjualan, Stephanie mengatakan bahwa peningkatan terus terjadi dari tahun ke tahun sejak adanya tren kopi yang berkembang pesat di Indonesia. Ia pun berharap, dengan adanya pasar teh yang menjadi tren saat ini, juga bisa menggenjot penjualan peralatannya lebih baik lagi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)