Helicity Tawarkan Wisata Sunyi Nan Eksotis

Melihat fenomena nomadic tourism yang dipengaruhi perubahan lifestyle generasi sekarang, memberikan kesempatan munculnya destinasi wisata baru. Keinginan untuk mengeksplorasi dan melakukan petualangan inilah yang dilakukan generasa masa kini. 

Denon Prawiraatmaja, CEO PT WhiteSky Aviation (Helicity), melihat hal sama yang terjadi di generasi sekarang yang berpetualang secara visual, terinspirasi dari media sosial. “Itu menjadi dasar orang berpergian saat ini. Bukan semata dari sudut pandang rasa dan eksotisme, appearance juga masuk ke dalam konteks yang mereka cari,” tambahnya.

Baginya, nomadic tourism menjadikan orang berpergian untuk mencari sesuatu yang baru dengan visual yang Instagramable. Ini menjadi peluang yang dimiliki Indonesia dengan banyak wilayah wisata yang belum banyak dieksplorasi oleh pelaku industri pariwista. Untuk itu, Denon mendukung pariwisata  sebagai target memimpin industri. 

Helicity saat ini sedang melakukan eksplorasi di daerah yang dapat dijangkau dengan helikopter. Perusahaan ini mencari tempat yang eksotis dan layak dikunjungi, tapi aksesnya dapat dijangkau oleh helikopter. Daerah pelosok, pegunungan dengan harapan memberikan suguhan leisure kepada wisatawan. 

“Sekarang kami sedang mencari wisata di daerah pegunungan. Sekitar 3000-an Mdpl. Ekspektasinya adalah kawasan yang cukup jarang dijangkau oleh orang banyak yang memberikan atraksi dan aktivitas yang belum pernah ada sebelumnya dan khas pegunungan,” ungkapnya. Ke depannya, daerah tersebut akan dilakukan ekplorasi dengan fasilitas penginapan yang menyajikan keunikan berbaur alam. 

Eksplorasi tersebut masih disekitar Jakarta dan Bandung seperti yang berada di daerah Gunung Kencana, Jawa Barat. Harapannya, menjadi pemandangan yang menyuguhkan pengalaman menyatu dengan alam dan petualangan yang mewah.

Target utama yang dituju Helicity adalah pasar internasional. Itulah sebabanya, perusahaan  bekerja sama dengan berbagai pihak untuk pengembangan wisata ini, seperti bekerja sama dalam penyediann  tempat penginapan, kebun kopi di area setempat.

Helicity sadar betul tantangan yang akan dihadapi. Salah satunya masalah logistik yang harus didistribusikan pada ketinggian 3000 Mdpl. Mereka akan menggarap atraksi kebun kopi dan sisi kulinar yang akan disajikan di ketinggian puncak Gunung Kencana. “Konsep ini akan dimatangkan dengan menyiapkan area, setelah itu kami akan mengajak Pak Menteri Pariwisata (Arief Yahya) untuk berkunjung,” ceritanya.

Bisnis ini juga akan bekerja sama dengan Perhutani karena sebagian wilayah adalah daerah konservasi. Investasi yang digelontorkan tidak terlalu besar, lantaran masih ingin melihat berapa besar demand-di pasar tersebut.

Menurut Denon, piihaknya  akan lebih banyak bermain pada kreativitas daripada teknologi. Pengalaman ini ditawarkan bagi mereka yang ingin mendapatkan pengalaman yang berbeda. “Jadi harus stand out, anti-mainstream, tidak lain adalah untuk pengakuan sosial. Eksistensi di media sosial sadar-tidak-sadar saat ini menjadi bagian dari gaya hidup orang, terutama masyarakat kota kelas menengah atas. Bagi mereka ‘money is not an issue,’ yang terpenting adalah sesuatu yang crazy, stand out, dan belum pernah sebelumnya,” ungkap Denon. 

Tak hanya menyasar kelas atas untuk paket wisatanya, Helicity juga membuat paket untuk kelas menengah terutama milenial yang dapat dilakukan dengan sharing. Paket dengan harga mulai dari Rp14 juta untuk empat orang untuk merasakan pengalaman berwisata di puncak Gunung Kencana untuk dua malam dengan helikopter. 

Area di kawasan yang menjanjikan kesunyian yang eksotik ini perlu adanya promosi, salah satunya usaha co-branding dengan Kemenpar. Sejauh ini dengan melihat gencarnya promosi Kemenpar, Helicity cukup optimistis dan percaya diri untuk memulai bisnis baru ini

 

Reportase: Arie Liliyah

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!