Henry Chia Dorong Karyawan Milenial Berkarya di Level Internasional

Endress+Hauser Indonesia, perusahaan penyedia teknologi otomasi untuk industri, menunjuk pimpinan perusahaan yang baru: Henry Chia. Sebelumnya, ia pernah menjabat pada level Direksi Grup Kawan Lama, Hilti Indonesia, hingga SwissCham Indonesia. Apa saja rencana Henry untuk menumbuhkan perusahaan yang secara global meraup EUR25 miliar tahun 2018 ini?

Salah satunya adalah dengan membawa perusahaan menjadi bagian dari industri 4.0. "Industri 4.0 berarti membawa semua pemain industri harus dibawa ke platform cloud. Begitupun kami, yang memproduksi instrumen dilengkapi teknologi ke arah sana dan terkoneksi ke cloud," jelas Henry di Jakarta, (24/7/2019). Ke depan, konsumen bisa menggunakan data yang disimpan ke dalam cloud.

Menurutnya, sebagai negara dengan 270 juta penduduk, klien Indonesia mayoritas berada di sektor food and beverage, khususnya palm oil. Pasalnya, dalam proses industri palm oil tentunya menggunakan tangki-tangki yang memerlukan instrumen pengukur milik perusahaannya. Selain F&B, klien Endress+Hauser juga kuat dari sektor minyak dan gas, kimia, dan air.

Setelah tumbuh di angka 20 persen tahun lalu, pria yang menyabet gelar Master di Durham University Business School dan Doctor di University of Warwick ini menargetkan perusahaannya untuk mencapai angka yang sama tahun ini. "Untuk di Indonesia, industri tumbuh 10 persen dan kami ingin tumbuh lebih dari itu, disesuaikan dengan potensi di Indonesia," ujar Henry.

Pada kesempatan yang sama, Henry bercerita kepada SWA Online soal pengalamannya dalam memimpin perusahaan. Tantangan yang sedang dihadapi adalah masuknya generasi milenial sebagai angkatan kerja baru. Pasalnya, semangat dan rasa penasaran generasi ini serta mempunyai banyak ide, namun cenderung sulit untuk dimaintain. Oleh karena itu, pihaknya harus menemukan komposisi yang tepat.

Untuk menyalurkan ide mereka, strategi Henry adalah dengan memberikan mereka tantangan untuk memimpin proyek berskala internasional. "Juga memberikan mereka internasional eksposur, mempertemukan mereka dengan orang lain. Contohnya kemarin kami punya tim Internet of Things (IoT) bagaimana mempercepat IoT di kawasan SEA, ini terdiri dari anak muda Indonesia, Thailand, Singapura, mereka bekerja bersama dalam mengerjakan proyek, " kata Henry.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)