Hicca Studio Edukasi Anak Melalui Tayangan Animasi

Hicca Studios dimulai dari sebuah studio kecil di dalam garasi rumah kontrakan. Saat itu tahun 2002, Bayu Sulistyo Subyantoro, sang pemilik, masih seorang mahasiswa semester awal jurusan Arsitektur di Universitas Gadjah Mada. Ketertarikannya di dunia animasi berawal sejak kelas 2 SD. Ia hobi membuat komik dan animasi pertama menggunakan software PC story board dan turbo pascal.

Terbilang minus dalam hal dana, saat itu ia memiliki sekitar 6 unit PC dan rumah kontrakan. Ia memulai dengan sebuah proyek outsource yang menjadi sumber dana awal. “Tantangan bagi saya saat itu adalah keterbatasan alat, modal, dan sumber daya manusia. Tetapi dukungan keluarga membuat saya dapat mengembangkan IP yaitu Uwa and Friends dan bertahan hingga saat ini,” kata Bayu.

Tim Hicca Studios Tim Hicca Studios

Tidak mudah untuk menciptakan sebuah animasi. Selain pengetahuan teknis, selera yang baik juga diperlukan untuk menghasilkan animasi yang berkualitas. Tentunya dengan mengikuti kaidah-kaidah animasi yang berstandar internasional. Dengan jumlah tim hanya 15 orang pada saat itu, Hicca dikenal dengan IP pertamanya yaitu Uwa dan Rimba Indonesia. Melalui animasinya, Hicca ingin memberi edukasi kepada anak-anak dengan konten yang mendidik, tanpa kekerasan, dan asli produksi Indonesia dengan menampilkan tiga satwa langka sebagai tokoh utamanya.

Menurutnya, kesulitan dalam menciptakan animasi ini adalah bagaimana mengembangkan karakter yang disukai oleh anak-anak. “Uwa dan Rimba Indonesia sudah bertransformasi menjadi Uwa and Friends. Kami memiliki puluhan konten animasi, dengan channel Youtube Uwa and Friends, yang berisi lagu anak-anak. Sudah ada 20 ribu pelanggan,” tambah pria yang mengikuti kompetisi DBS Bring Indonesia to Global (DBS BIG).

Tayangan animasi produksi Hicca dapat ditonton melalui beberapa TV lokal, seperti AdiTV, DAITV, BinusTV, UseTV, dan MNCPlay. Selain itu, menggunakan jaringan IPTV Roku untuk internasional. Ia mengatakan untuk menggaet partner, Hicca berusaha menawarkan konten anak yang baru dan berkualitas dengan media melalui email dan telepon.

“Kami juga merambah pasar offline. Jadi kami menjual produk melalui toko retail buku Gramedia. Juga memperbesar market online melalui Youtube Channel, Playstore, iTunes, Spotify, dan media lainnya,” ungkapnya. Untuk produksi mendatang akan ada satu judul laya lebar dan dua judul serial yang masih dalam pre-development. Selain itu, ia berencana akan memperluas pasar dengan membuka kantor baru di Australia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)