Hitachi Bidik Penjualan 1.200 Unit Kulkas Premium Terbaru

Produk elektronik agar tetap diminati pasar salah satu caranya dengan terus menelurkan inovasi produk. Kemudian dikemas dalam kampanye menarik, yang menunjukkan keunggulan produk tersebut.

Hitachi, Ltd. pun demikian. Jelang akhir tahun, merek produk elektronik asal Jepang ini meluncurkan dua seri baru kulkas dan mesin cuci dengan berbagai keunggulan yang bisa menjawab kebutuhan konsumen yang bergaya hidup modern. PT Hitachi Modern Sales Indonesia (HMSI) sebagai perusahaan yang bertanggung jawab pada distribusi dan penjualan produk merek Hitachi, mulai tahun 2019 juga akan makin rajin melakukan kampanye-kampanye produknya, baik ATL maupun BTL.

Dua line up produk terbaru Hitachi tersebut adalah kulkas seri MIJ G-Series: R-G520GN dan mesin cuci Top Loading Hitachi SF-S95XC. Dua produk ini diperkenalkan kepada media dan mitra-mitra distribusi HMSI di Empirica SCBD Jakarta dengan memaparkan berbagai fitur terbaru dan keunggulan produk yang bisa menunjang gaya hidurp modern konsumen saat ini.

Menurut Zakaria Suwandi, Deputi GM HMSI, dengan diluncurkan dua line up produk terbaru tersebut, menjadi tonggak Hitachi untuk lebih dekat dengan pelanggannya. “Kami akan lebih sering melakukan kegiatan-kegiatan promosi seperti ini," ujarnya. Ia mengatakan, tren gaya hidup sehat semakin diminati oleh masyarakat modern, termasuk pentingnya mengonsumsi buah dan sayur. Fungsi sebuah kulkas bukan sekadar menjadi tempat menyimpan makanan. Konsumen sekarang sudah sangat peduli terhadap bagaimana kulkas dapat mempertahankan kualitas serta kesegaran lebih lama dari bahan makanan seperti daging, sayur dan buah.

Kulkas terbaru MIJ G-Series: R-G520GN salah satu keunggulannya adalah dilengkapi dengan fitur Vacuum Compartment dengan Platinum Catalyst Hitachi menjaga kesegaran makanan lebih lama melalui penggunaan pompa vakum untuk menyedot udara dan mengurangi oksigen sebanyak 20%, serta menjadikan tekanan di dalam kompartmen hingga 0,8 atm. Normalnya, pada lemari es lain, nutrisi pada makanan akan teroksidasi dan berkurang. Tapi pada tekanan 0.8 atm kesegaran makanan tetap terjaga sehingga dapat mempertahankan kandungan nutrisi.

Struktur kedap udara dari kompartemen juga membatasi kelembaban di dalam dan mencegah makanan menjadi kering, sehingga mencegah dehidrasi makanan yang disimpan, termasuk berkurangnya rasa dan perubahan tekstur pada suhu yang tidak membekukan. ”Teknologi platinum catalyst Hitachi akan menghasilkan karbon dioksida untuk mengurangi pembusukan, menekan enzim, mengurangi penurunan nutrisi, serta meminimalkan hilangnya kesegaran pada daging, ikan, susu dan makanan olahan lainnya. Kesegaran daging akan jadi lebih baik dengan adanya fitur vacuum compartment,” tambah Stephen Dave, Product Manager HMSI.

Stephen menambahkan, ini sesuai dengan tren masyarakat saat ini yang suka pada masakan ala Jepang seperti sushi dan sashimi. Dan dengan fitur Aero-Care Vegetable Compartment membuat kesegaran dan nutrisi buah serta sayuran terjaga. Aero-Care Vegetable Compartment memanfaatkan produksi karbondioksida pada Platinum Catalyst untuk mengatur napas sekaligus membatasi berkurangnya nutrisi pada buah dan sayuran untuk mencegah hilangnya kesegaran. Kulkas seri baru ini juga dilengkapi teknologi Delicious Freezing yang bekerja secara otomatis mendeteksi suhu makanan yang baru saja disimpan. Sensor suhu akan mengatur moda secara otomatis. Misalnya ketika mendeteksi nasi hangat, maka sensor akan menghembuskan udara dingin lebih besar.

”Kulkas ini tidak hanya mendukung konsumen yang peduli terhadap gaya hidup sehat melalui kemampuan untuk menjaga kualitas gizi dan vitamin dari daging, buah dan sayuran. Melainkan juga memiliki kemudahan akses lewat teknologi sentuhan. Pengalaman seperti ini yang membuat MIJ G-Series: R-G520GN berbeda dengan kompetitor,” ujar Zakaria. Dengan berbagai keunggulan tersebut pihaknya menargetkan penjualan 1200 unit kulkas seri terbaru yang dipatok harganya Rp 40 jutaan.

Selain kulkas, di saat yang sama diluncurkan seri mesin cuci baru. “Masalah di Indonesia suplai air tidak stabil, padahal mesin cuci modern itu tekanan air harus stabil agar bekerja dengan baik. Membaca kebutuhan ini, kami meluncurkan mesin cuci Hitachi SF-S95XC berusaha mengatasi masalah tersebut melalui Built-in Suction Pump (pompa sedot built-in) yang berfungsi mendorong kecepatan pasokan air saat tekanan air lemah. Sehingga konsumen tidak perlu membeli booster pump untuk menambah tekanan air,” terang Zakaria. Menariknya mesin cuci dengan fitur unggul ini dikembangkan untuk kebutuhan rumah tangga di Indonesia dengan tantangan ketidakstabilan suplai air.

Zakaria menjelaskan, pompa sedot built-in Hitachi SF-S95XC yang diproduksi di Jepang tersebut otomatis bekerja saat tekanan air lemah (dibawah 0.2MPa). Apabila tekanan lebih dari sekitar 0.2MPa, maka kecepatan pasokan air tidak berubah. ”Berkat pompa sedot, mesin cuci tetap dapat beroperasi optimal pada tekanan 0.1MPa. Padahal, waktu pengoperasian normal mesin cuci pada umumnya dihitung pada 0.8MPa,” ungkap Dekki Susyarman, National Service Manager   PT Hitachi Modern Sales Indonesia.

Menuritnya, pompa sedot built-in ini membantu konsumen menyelesaikan pencucian lebih cepat walaupun pada saat tekanan air lemah. Bila waktu yang dibutuhkan untuk proses mencuci saat tekanan air normal adalah 52 menit, dan saat tekanan air lemah menjadi 84 menit, maka Hitachi SF-S95XC mampu menyelesaikan proses pencucian dalam waktu 62 menit (saat tekanan air sekitar 0.01MPa). Waktunya 20 persen lebih cepat dibanding mesin cuci tanpa pompa sedot.

Fitur canggih lain di mesin cuci terbaru Hitachi ini adalah Beat Wave Wash berupa fitur pencucian andalan melalui kombinasi gerakan pada tabung mesin cuci berupa mengangkat dan menekan, mengaduk serta menggosok pakaian agar penetrasi deterjen lebih baik. Tak ketinggalan adalah fitur unik Hitachi, Tangle Free Finish yang memudahkan pengguna untuk mengeluarkan pakaian dari dalam tabung. Pada siklus putaran terakhir, kincir akan bergerak berulang-ulang searah dan berlawanan arah jarum jam untuk membuat pakaian jatuh dari dinding tabung dan kemudian menguraikannya. Hasilnya mengurangi kekusutan dan kerutan pada cucian.

Mesin cuci ini juga menjawab kebutuhan akan produk elektronik yang hemat energi, mengingat tarif listrik setiap tahun naik. Mesin cuci terbaru ini ada dua pilihan Eco Mode kepada konsumen. Pertama, hemat listrik di Energy Save Mode. Ketika aktif, mesin cuci akan menggunakan 33% energi listrik lebih rendah dibandingkan moda normal pada saat mengangkat kotoran sepenuhnya. Lalu, ada Small Load Mode yang mampu menghemat penggunaan air hingga 38%. Moda ini sangat ideal untuk mencuci pakaian dalam atau cucian berjumlah sedikit secara cepat. Untuk harga memang cukup tinggi dibanding produk sejenis sekitar Rp 7,5 juta.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)