HKTI Dukung Program Kedaulatan Pangan Presiden Jokowi

Jumlah angkatan kerja di sektor pertanian dari tahun ke tahun makin menurun. Berdasarkan data sejak tahun 2010-2017, persentasenya terus mengalami penurunan sebesar 1,1% per tahun. Pada 2010, setidaknya terdapat 42,8 juta jiwa masyarakat Indonesia yang menggeluti bidang bercocok tanam ini. Namun pada kuartal I tahun 2018, angkanya turun menjadi hanya 38,70 juta jiwa.

Dari profil usia pun, rata-rata petani di Indonesia kini telah berusia lebih dari 50 tahun. Minat anak muda menjadi petani sangat minimal. Dengan berkurangnya minat di sektor pertanian, maka Indonesia terancam tidak lagi dapat menjadi negara swasembada pangan.

Untuk mendorong minat anak muda ke sektor pertanian menjadi hal yang strategis dan mendesak untuk dilaksanakan. Hal ini telah diidentifikasi oleh Moeldoko yang sejak menjabat Ketua Umum HKTI telah mengakui realitas bahwa minat generasi muda berkecimpung di dunia pertanian semakin sedikit.

“Ini karena kondisi pertanian kita kurang menjanjikan. Kalau kita coba dari kondisi yang kurang menjanjikan menjadi menjanjikan, maka saya pastikan banyak yang akan bergabung dengan kita (petani),” ujar Moeldoko dalam sebuah kesempatan di Jakarta, pekan ini dalam siaran persnya (31/8/2018).

Untuk menghadapi hal ini maka Moeldoko di dalam kepemimpinannya di HKTI telah melakukan sejumlah inisiatif, antara lain merajut kerja sama dengan pesantren dan perguruan tinggi untuk diajari pengetahuan pertanian, mengaktifkan kembali Pesta Petani Muda (Pestani) dengan melibatkan ribuan petani muda di bawah 30 tahun, mengembangkan drone untuk pertanian, menggelar program HKTI Innovation Award, dan sebagainya.

“HKTI harus memperkenalkan modernisasi dunia pertanian, yaitu adaptif terhadap kemajuan teknologi pertanian, namun tetap menjaga kekhasan budaya bangsa Indonesia,” tambah Moeldoko.

Menimbang hal ini Sekjen HKTI Mayor Jenderal (Purn) Bambang Budi Waluyo, mengkonfirmasi bahwa Moeldoko adalah kandidat kuat calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. "Kurun waktu 5 sampai 10 tahun mendatang ini saya pikir krisis tentang energi termasuk masalah pertanian itu membutuhkan orang-orang yang memahami tentang tani, sehingga kita perlu meningkatkan atau menguatkan masalah pertanian ke depan," kata Bambang.

Menurut Bambang, Moeldoko itu setelah pensiun dari Panglima TNI, langsung terjun ke pertanian, makanya dia dijuluki 'Panglima Tani.' Hidupnya di lingkungan tani, sehingga sekarang menjadi Ketua Umum HKTI sudah sangat tepat karena mumpuni, dia memahami betul tentang pertanian.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)