Home Credit Incar Pembiayaan Rp14 Triliun Tahun 2019

CEO Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler
CEO Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler

PT Home Credit Indonesia mencatatkan kenaikan penyaluran pembiayaan sebesar Rp9,5 triliun pada tahun 2018 lalu. Angka ini naik sebesar 79% dari tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp5,3 triliun. Kenaikan pembiayaan yang terjadi pada tahun lalu, ditopang oleh penambahan 6.600 titik distribusi dan 28 kota baru.

CEO Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler, mengatakan, total pembiayaan tahun 2018 meningkat hampir 2 kali lipat pada periode yang sama. “Saat ini kami telah melayani lebih dari 3,6 juta pelanggan di Indonesia dan lebih dari 16,5 ribu karyawan di seluruh Indonesia. Bukan hanya itu, kami juga mampu mengelola kualitas pembiayaan dengan tetap menjaga risiko pembiayaan bermasalah di bawah batas yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” kata dia.

Jaroslav menambahkan, tahun 2019 ini pihaknya menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar 40% atau menjadi Rp14 triliun. Salah satu caranya dengan menambah titik jaringan distribusi di Indonesia. “Per tahun 2018, kami memiliki 18 ribu titik distribusi di 141 kota di Indonesia. Angka ini naik dari tahun sebelumnya sebanyak 11.400 titik distribusi di 113 kota. Sampai saat ini kami berhasil mengcover 90% populasi urban di Indonesia,” kata dia menjelaskan.

Untuk diketahui, pada 2018 lalu, perseroan berhasil menambah 28 kota baru. Sementara untuk target penambahan kota baru pada tahun ini, Jarda mengatakan lebih tepatnya bukan untuk menambah kota baru, tetapi memperluas cakupan wilayah yang sudah ada.

“Dibandingkan perusahaan pembiayaan lain, perusahaan kami merupakan yang terbanyak titik distribusinya. Untuk ekspansi wilayah pada tahun ini, kami harus memastikan dahulu apakah ada partner yang bisa diajak kerjasama atau tidak. Selain itu, apakah payment channelnya tersedia di kota tersebut,” ujarnya. Sebab menurutnya, kedua hal tersebut merupakan syarat terpenting untuk penambahan jaringan cabang.

Tahun lalu, perseroan juga telah melakukan inovasi, salah satunya adalah dengan meningkatkan proses underwriting untuk mempermudah perusahaan dalam membuat keputusan yang tepat dan akurat. “Kami telah menerapkan sistem paperless di mana proses administratif aplikasi pembiayaan sudah tidak lagi menggunakan kertas," ungkap dia.

Home Credit juga menerapkan inovasi baru POS Online, sehingga agen penjual kami tidak perlu berada di gerai mitra. Sebab pengisian aplikasi pembiayaan pelanggan cukup dilakukan melalui aplikasi My Home Credit dengan dibantu staf gerai mitra.

Sementara itu, untuk melayani pelanggan yang semakin tumbuh cepat, perseroan juga telah mengurangi waktu proses keputusan dari 30 menit menjadi sekitar 3 menit. Untuk inovasi lainnya, perusahaan juga direncanakan akan menggandeng e-commerce untuk mengembangkan layanan pembiayaan online pada tahun ini. Namun sayangnya, Joraslav tidak menyebut siapa saja pelaku e-commerce  yang akan digandeng

Sebagai tambahan, barang yang paling banyak dibeli melalui skema pembiayaan Home Credit adalah smartphone atau gadget dengan porsi 69,42%, elektronik dan televisi sebesar 18,29%, dan furniture sebesar 6,97%. Untuk penambahan konsumen baru, perusahaan pembiayaan asal ceko ini menargetkan penambahan 3 juta nasabah baru pada tahun 2019 ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)