Honeywell Muluskan Transformasi Indonesia Menuju Industri 4.0

Roy Kosasih, Presiden Direktur Honeywell Indonesia

Presiden Joko Widodo, telah mengumumkan inisiatif negara untuk mengembangkan kemampuan Indonesia secara komprehensif melalui revolusi “Industri 4.0”, sehingga kelak ekonomi Indonesia bisa masuk 10 besar pada 2030. Gross Domestic Product Indonesia pada tahun tersebut diperkirakan bisa menembus US$5,424 miliar.

Apalagi, 12 tahun mendatang, Indonesia juga diperkirakan akan memasuki golden period berkat bonus demografi di mana jumlah populasi usia produktif lebih banyak dari yang tidak bekerja.

Nah, konferensi Honeywell Indonesia Technology Summit 2018 yang berlangsung di Hotel Fairmont Jakarta sehari penuh, dapat membantu para pemain industri untuk mentransformasi proses operasional secara digital hingga meningkatkan kinerja.

“Indonesia telah memulai proses transformasi industri 4.0, terutama di sektor migas yang terus menanamkan investasi untuk beragam solusi agar produktivitas meningkat,” ujar Roy Kosasih, Presiden Direktur Honeywell Indonesia dalam keterangan resminya di Jakarta (19/7/2018).

Konferensi ini mengungkapkan bagaimana teknologi Honeywell dapat mendorong transformasi Indonesia menuju Industri 4.0. Para profesional dari beragam industri bisa mengikuti topik-topik diskusi penting, seperti peran analitik canggih dalam manajemen aset yang unggul, keamanan siber serta penemuan terkait keamanan dan keterampilan yang dibutuhkan industri.

Roy mencontohkan, aplikasi Honeywell Connected Plant misalnya, dapat menjamin tingkat keamanan, keandalan, efisiensi, dan profitabilitas yang lebih baik. Dengan menggabungkan keahlian deep domain dengan analisis data, Honeywell mengubah kemampuan pelanggan untuk mendapatkan informasi penting terkait operasional.

“Sistem Honeywell mampu menjamin integrasi yang mulus antara proses, aset, dan karyawan di seluruh lini operasional. Perusahaan pun bisa memperoleh produktivitas optimal dari seluruh aset yang dimiliki, termasuk para karyawan,” jelas Roy mengklaim.

Menurutnya, kemajuan produktivitas yang dihasilkan melalui teknologi digital juga harus dilengkapi dengan infrastruktur keamanan siber yang memadai bagi produsen di Indonesia.

Seperti yang kita ketahui, kejahatan siber terus meningkat di wilayah Asia Pasifik dan tentunya Indonesia yang tengah memulai proses industri 4.0 juga harus siap menghadapi ancaman tersebut,” ujarnya.

“Konferensi hari ini mengungkapkan keunggulan Honeywell Industrial Cyber Security Solutions sebagai komponen penting untuk menjamin ekosistem Internet of Things (IoT) yang baik,” jelas Roy.

Roy menuturkan, para peserta di Honeywell Indonesia Technology Summit 2018 juga dapat melihat dan mencoba produk-produk otomatisasi terbaru dengan segala kemampuan yang dihadirkan, termasuk beberapa solusi Honeywell Connected Plant yang diluncurkan tahun ini.

Pertama, Thermal IQ untuk memonitor proses termal beragam perangkat agar menyingkat waktu operasional secara efektif. Kedua, Uniformance Cloud Historian, yaitu perangkat lunak yang berfungsi sebagai hosting awan bagi seluruh kebutuhan usaha ini dapat memvisualisasikan kondisi dan memberikan analisa agar mengoptimalkan proses dan waktu kerja.

Roy menjelaskan, kKemajuan produktivitas yang dihasilkan melalui connected technology juga harus dilengkapi dengan infrastruktur keamanan siber yang memadai bagi para produsen di Indonesia.

Sekadar informasi, produk dan sistem Honeywell telah didistribusikan dan dipasang di Indonesia sejak 1974. Saat ini, Honeywell mempekerjakan lebih dari 900 karyawan di kota-kota di seluruh Indonesia termasuk Jakarta, Surabaya dan Batam.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)