HP Printer Bidik Pasar UKM dan Bisnis Rumahan

UKM memegang 80% pasar HP Printer dan sisanya dipegang oleh perusahaan-perusahaan bluechip.

HP Indonesia membidik pasar Usaha Kecil Menengah (UKM), usaha rumahan, dan startup untuk produk printernya. UKM ini dinilai penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Data Bank Indonesia untuk periode 2015-2018 menunjukkan, UKM Indonesia menyerap hampir 97% tenaga kerja domestik dan 56% dari total investasi bisnis. Sebagian besar dari usaha itu dimotori oleh generasi milenial, yang saat ini merupakan lebih dari 50% populasi Indonesia.

Generasi milenial itu sedang mengubah dinamika bisnis dengan kebutuhan akan solusi yang lebih cepat dan lebih andal untuk menekan biaya operasional. Market Development Manager Home Printing Solution HP Indonesia, Melton Ciputra, mengatakan, perangkat-perangkat printer yang ditawarkan pihaknya telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku UKM.

Asal tahu, UKM memegang 80% pasar HP Printer dan sisanya dipegang oleh perusahaan-perusahaan bluechip.

"Di HP, kami berkomitmen untuk bisa melayani semua kebutuhan dari UKM kita, karena mungkin ada yang perlu printer yang belum high-end atau masih kecil sampai perusahaan yang mulai bertumbuh semakin besar maka mereka bisa beralih ke Office Print Solution (OPS)," ujarnya saat peluncuran produk printing terbaru di Jakarta, Rabu (24/07/2019).

Untuk memenuhi kebutuhan UKM, HP Printer menawarkan tiga seri di antaranya HP Smart Tank, HP LaserJet Printers, dan OfficeJet Pro. Seluruh jajaran printer ini memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan produk untuk segmen korporasi besar.

Selain itu, peningkatan kemampuan teknologi serta desain pun dilakukan untuk menjamin kualitas produk. Misalnya, HP Smart Tank diklaim mampu melakukan proses pencetakan hingga 38% lebih cepat dibandingkan dengan model sebelumnya. Sementara, HP LaserJet Printers dirancang agar sesuai dengan ruang terbatas dan seri OfficeJet Pro dirancang lebih kecil hingga 39% agar sesuai dengan kantor modern.

Peningkatan itu dikatakan Melton sebagai bentuk upaya HP agar bisa relevan dengan tren saat ini, di mana orang bekerja sudah tidak lagi duduk di kantor tapi bisa dilakukan di mana saja. Ia melanjutkan, perkembangan teknologi yang mengubah bentuk kertas menjadi sebuah file digital pun tidak lantas menggerus bisnis printer. Sebab, adanya kebutuhan untuk mencetak masih tinggi.

"Bisnis di printer ini masih akan terus berjalan, karena ada beberapa hal yang tidak mungkin dilakukan tanpa dicetak. Misalnya, pelaku usaha masih membutuhkan dokumen otentik, brosur, untuk arsip, mencetak undangan, label-label, dan foto," ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)