HSBC Sukses Salurkan $25 miliar Pembiayaan Berkelanjutan

HSBC mengumumkan telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan bernilai lebih dari $25 miliar di 35 negara dari target total pembiayaan berkelanjutan sebesar $100 miliar hingga tahun 2025. Komitmen ini menunjukkan upaya intensif untuk mengatasi risiko sistemik dari perubahan iklim, berbentuk pinjaman hijau, obligasi berkelanjutan ramah lingkungan, suntikan dana investasi rendah karbon dan dukungan terhadap transaksi hijau bersertifikat. Hingga kuartal ketiga 2018, telah didistribusikan di Eropa 47%, Asia 33%, Amerika 16% dan Timur Tengah, Afrika Utara dan Turki 4%.

Daniel Klier, Global Head of Sustainable Finance, mengatakan “Kami menetapkan komitmen

$100 miliar sebagai pengakuan atas besarnya tantangan dalam transisi menuju masa depan

rendah karbon. Seperti yang diungkapkan dalam laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB baru-baru ini. Tantangan tersebut sangat mendesak dan belum pernah ada sebelumnya. Oleh karena itu, kami senang dapat membuat kemajuan pada target kami, tetapi kami mengakui masih banyak yang harus dilakukan”.

Janji tersebut, menurut Daniel, merupakan salah satu dari lima komitmen baru yang ditetapkan oleh HSBC pada bulan November 2017 untuk membuka pasar baru untuk mendukung pembiayaan

rendah karbon di masa depan.

Lima janji HSBC untuk memerangi perubahan iklim selengkapnya:

1. Menyediakan pembiayaan dan investasi sebesar $ 100 miliar hingga tahun 2025. Tujuannya

adalah salah satu dari lima komitmen baru HSBC untuk mengatasi perubahan iklim dan

mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masyarakat.

2. Menggunakan listrik yang 100 persen berasal dari sumber terbarukan pada tahun 2030,

dengan target sebesar 90 persen pada tahun 2025. Dengan menandatangani perjanjian jangka panjang dengan pemasok, HSBC ingin mendukung pengembangan fasilitas listrik terbarukan.

3. Mengurangi paparan terhadap batubara dan secara aktif mengelola jalur transisi untuk sektor-sektor tinggi karbon lainnya. Ini termasuk penghentian pembiayaan pembangkit listrik baru bertenaga batu bara di negara maju dan tambang batubara termal di seluruh dunia

4. Mengadopsi rekomendasi dari Task Force on Climate-related Financial Disclosures untuk

meningkatkan transparansi.

5. Memimpin dan mengarahkan diskursus mengenai keuangan dan investasi berkelanjutan.

Sebagai pemimpin global dalam penerbitan obligasi hijau dan berkelanjutan, menurut Daniel, HSBC membantu Indonesia menerbitkan sukuk hijau pertama ($ 1,25 miliar) dan Negara Federal North Rhine-Westphalia untuk menerbitkan obligasi keberlanjutan terbesar yang pernah ada (€ 2,025 miliar). HSBC juga meluncurkan pinjaman hijau baru, termasuk yang pertama di pasar di Singapura, Hong Kong, dan China.

HSBC Global Asset Management meluncurkan dua produk pembiayaan rendah karbon untuk mengatasi risiko investasi terkait iklim dengan menggunakan data karbon untuk mencapai portofolio karbon yang lebih rendah yang gabungan arus masuknya mencapai nilai sebesar $ 132 juta.

Sebagai bagian dari energi bersih UEA, HSBC meluncurkan pinjaman kendaraan ramah lingkungan untuk mendorong pembelian kendaraan hibrida atau listrik (EV). HSBC juga menjadi entitas sektor swasta pertama di dunia yang mengumpulkan dana ($ 1 miliar) yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs). Selain itu, HSBC Amanah Malaysia menerbitkan obligasi syariah pertama di dunia yang berkaitan dengan SDGs

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)