Hubungan RI-Australia Paling Dekat Selama Dekade ini

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, Thomas Lembong, menilai bahwa hubungan Indonesia-Australia saat ini merupakan yang paling dekat selama dekade terakhir. Kedekatan hubungan kedua negara sangat dipengaruhi oleh kedekatan pemimpin kedua negara yakni PM Malcolm Turnbull dan Presiden Joko Widodo. Kedekatan hubungan kedua negara ini diyakini akan semakin membuka berbagai peluang kerja sama ekonomi bagi kedua negara.

Thomas  menggambarkan kondisi hubungan kedua negara sebagai all time decade high. “Semua bermula ketika PM Australia Malcolm Turnbull menjabat tiga tahun yang lalu dan memutuskan untuk mengunjungi Jakarta sebagai kunjungan pertama kalinya ke luar negeri,” ujarnya dalam sambutan di Indonesia-Australia Business Summit dengan tema Partnership at Our Doorstep di Adelaide, Australia (27/11/2017).

Menurut Thomas yang akrab disapa Tom itu, sekarang, sebagai Menteri Perdagangan dirinya ditugaskan untuk menyambut dan mendampingi PM Turnbull selama kunjungannya di Jakarta. “Sebagai sama-sama investment manager dan memiliki background urban planner, kami berdua memiliki pemahaman yang serupa. Upaya untuk memulai perjanjian perdagangan Indonesia-Australia spontan dikemukakan oleh PM Turnbull dan kemudian direspons positif oleh Presiden Joko Widodo,” lanjutnya.

Selanjutnya, kedua belah pihak menyiapkan berbagai hal yang dimaksudkan untuk menjembatani perjanjian kerjasama (trade agreement). “Setelah itu, kami memulai pembicaraan diawali dengan Menteri Perdagangan Andrew Robb kemudian diteruskan oleh Steven Ciobo apa yang saat ini dikenal dengan IA-CEPA,” papar Tom.

Tom menilai bahwa Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) ini sangat penting bagi kedua negara. Dari sisi Indonesia, saat Presiden Joko Widodo menjabat tiga tahun yang lalu, kondisi Indonesia sedang dalam empat tahun berturut-turut pertumbuhan ekonomi yang melambat. “Kemudian dengan berbagai stimulus fiskal serta reformasi dan kebijakan deregulasi ekonomi, Indonesia berhasil menciptakan dasar pertumbuhan yang lebih kokoh dari sebelumnya di level 4,5% menjadi di level 5%,” ungkapnya.

Mantan Menteri Perdagangan tersebut mengemukakan bahwa salah satu pekerjaan rumah yang disebutkan oleh Bank Dunia adalah tentang penciptaan lapangan kerja. “Proyeksi bahwa apabila kita dapat menciptakan 1 juta lapangan kerja baru setiap tahunnya, maka pertumbuhan ekonomi yang berhasil diciptakan akan mencapai 7% bukan 5%. Kami tentu melihat Australia sebagai salah satu mitra yang dapat membantu untuk meningkatkan capaian ekonomi Indonesia,” tambahnya.

Dari data yang dimiliki BKPM periode Januari-September 2017, realisasi investasi dari Australia menduduki peringkat ke-14 dengan nilai investasi sebesar US$ 315 juta terdiri dari 542 proyek investasi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)