Humanizing Technology dalam Mengelola SDM di Masa Mendatang

Teknolgi berperan penting sebagai salah satu kontributor pengembangan SDM dan diperlukan kerjakeras seluruh pemangku kepentingan untuk dapat meningkatkan kualitas, kompetensi dan daya saing SDM.

Hal ini dibahas dalam The 10th Indonesia Human Resource Summit (IHRS) 2018 yang pada tahun ini mengambil tema “Humanizing Technology in Managing Tomorrow People”,  mengulas secara komprehensif tren digital terbaru dalam industri Sumber Daya Manusia (SDM) dalam meningkatkan peranan profesional SDM dalam era teknologi digital.

Dalam pidato pembukaannya, Chairman IHRS 2018 Shauqi Aleyandra menjabarkan bahwa pemilihan tema IHRS 2018 didasarkan kepada kebutuhan industri SDM untuk beradaptasi secara cepat terhadap perkembangan teknologi yang ada, sekaligus menggunakan perkembangan tersebut dengan tepat tanpa melupakan sisi-sisi humanis yang ada dalam hubungan antara perusahaan dan karyawan. 

“Hasil penelitian dari McKinsey Global Institute menyatakan bahwa hanya sekitar 5% dari total pekerjaan yang ada saat ini yang dapat diotomasikan secara penuh. Hal ini menunjukkan bahwa peran manusia sebagai tenaga kerja masih belum dapat tergantikan. Namun, kemampuan manusia untuk dapat bekerja dan beradaptasi dengan teknologi merupakan hal yang tidak bisa dielakkan,” ujar Shauqi Aleyandra.

Selain hubungan antara manusia dan teknologi, imbuhnya, salah satu faktor yang diprediksi akan menjadi kunci keberhasilan suatu organisasi dalam menghadapi masa depan adalah kemampuan untuk menyambut generasi baru tenaga kerja, the tomorrow people. Organisasi harus mampu mengenali lebih dini karakteristik generasi Z ini dan menciptakan lingkungan kerja yang mampu mengeluarkan potensi terbaik mereka.

Diperlukan kerja keras seluruh pemangku kepentingan untuk dapat meningkatkan kualitas, kompetensi, dan daya saing SDM Indonesia. Penyelenggaraan IHRS 2018 ini  sejalan dengan fokus Pemerintah Republik Indonesia di tahun 2019 dalam hal Pembangunan SDM. Pasalnya, sumber daya ekonomi tidak lagi berasal dari sumber daya alam, tetapi manusia yang berpengetahuan, kompeten, dan terampil.

IHRS 2018 menghadirkan tidak kurang dari 20 pembicara nasional dan internasional yang berkompetensi di bidangnya seperti Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan Republik Indonesia), Raghu Khrisnamoorthy (Sr. Vice President & Chief HR Officer General Electric), Cole Nussbaumer Knaflic (Founder & Author Storytelling with Data), Achmad Zaky (Founder & CEO Bukalapak), Adamas Belva Syah Devara (CEO & Co-Founder Ruangguru), serta Angelique Dewi Permatasari (Head of Human Capital PT Nutrifood Indonesia).

IHRS 2018 dihadiri oleh lebih dari 800 peserta konvensi dari dalam dan luar negeri, 35 perusahaan peserta pameran. Acara yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) ini diharapkan akan terus menjadi sebuah tradisi berkelanjutan dalam memberdayakan berbagai inovasi di dalam industri SDM demi kemajuan sumber daya manusia Indonesia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)