Hutama Karya Dorong UMKM Miliki Daya Saing Tinggi

(Dok. Hutama Karya)

PT Hutama Karya (Persero) mendorong sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk memiliki daya saing tinggi di pasar nasional. Dari berbagai UMKM yang dibina sebagai mitra, dua diantaranya adalah Agrobisnis Kacang Edamame di Cisarua, Bandung Barat dan Maradeca Home Industry (Produsen Biji Kopi) di Panyileukan, Bandung, Jawa Barat.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan menilai, kedua UMKM itu telah mandiri,unggul, dan proses pengelolaan UMKM-nya cukup baik.

“Melalui penyaluran program kemitraan, kami terus dorong UMKM lokal dan mitra binaan kami untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menyeimbangkan daya jual usaha tersebut,” ujar Fauzan dalam keterangan resmi, Selasa (11/08/2020).

Agrobisnis Kacang Edamame telah menjadi mitra binaan Hutama Karya sejak 2017 lalu. Anto Suprianto Jono, pemilik usaha ini menceritakan bahwa ia mengawali usahanya pada tahun 2012. Ia terinspirasi untuk menanam sayuran ini karena belum ada di sekitaran Lembang.

Menurut Anto, awalnya ia merasa ragu dengan usaha ini karena produksi benih edamame masih dianggap tabu oleh masyarakat. Akhirnya, ia memutuskan untuk menyewa lahan seluas dua hektare untuk produksi awal dan pengenalan sayuran ini.

Setelah mendapat respon yang cukup positif dari masyarakat, ia tak lagi menyewa lahan, tapi mengimplementasikan sistem plasma. "Jadi petani yang telah mempunyai lahan, ia beri benih yang selanjutnya jika panen akan ia beli kembali," jelas Fauzan.

Saat ini, hasil panen dari bisnis edamame dengan total 11 pekerja ini telah di supply ke berbagai daerah di pulau Jawa seperti Bandung, Depok, Cimahi, Tanggerang, hingga Jakarta. “Hasil penyaluran bantuan modal usaha tersebut telah meningkatkan kapasitas produksi dan omzet kami hingga dua kali lipat,” tutur Anto.

Selain Agrobisnis Edamame, UMKM lain yang dinilai sukses setelah menjadi mitra binaan Hutama Karya adalah Maradeca Home Industry yang merupakan usaha produksi biji kopi. Industri rumahan ini awalnya mampu memproduksi 70 kg biji kopi per bulan.

Evrian Kharisma, pemilik Toko Kopi Maradeca mengatakan, Maradeca artinya merdeka yang berasal dari Bahasa Bugis. Pada tahun 2012 – 2016, ia menanam dan merawat tanaman kopi sendiri. Kemudian pada tahun 2017, ia masuk ke bisnis ritel.

Selang dua tahun berlalu, ia pun memutuskan untuk membuka toko sendiri dan mendistribusikan produk kopinya. Ia pun berhasil mendirikan toko kopi sendiri dengan produk utamanya adalah kopi bubuk pada 2019.

Maradeca Home Industry mulai menjadi mitra binaan Hutama Karya pada tahun 2019. Saat itu, Evri mengaku bahwa ia kekurangan modal untuk mengembangkan usahanya.

“Sejak bergabung dengan kluster UMKM Binaan Hutama Karya yang ada di Bandung dan menerima modal kerja dari perusahaan, produksi kopi dan jangkauan pasar Maradeca mengalami peningkatan setidaknya 10% per bulan. Dengan begitu, hal ini meningkatkan omzet penjualan dari bisnis kami,” ujar Evri.

Selama 5 tahun terakhir sejak 2015 hingga 2019, Hutama Karya telah menyalurkan puluhan miliar untuk program kemitraan dan membantu lebih dari 1200 UMKM. Selain dua mitra binaan unggulan perusahaan diatas, Hutama Karya juga memiliki mitra binaan lainnya di berbagai sektor industri.

Misalnya, Konveksi Unggul Barokah yang memproduksi jaket jeans di Cibiru, Bandung; Leewar Home Industry yang merupakan konveksi celana jeans di Cimahi, Jawa Barat; Marglobal Home Industry yang memproduksi pakaian apparel & screen printing di Arcamanik, Bandung; hingga Sipa Furniture yang memproduksi mebel di Subang, Jawa Barat.

“Program kemitraan ini tidak akan berhenti sampai disini. Kami akan terus menyalurkan modal usaha bagi calon mitra binaan lainnya. Diharapkan dengan adanya dukungan dari BUMN, pijar UMKM di Indonesia tidak akan redup dan tetap berkontribusi dalam perekonomian bangsa terutama dalam masa pandemi ini,” tutur Fauzan.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya memiliki pedoman bahwa pelaksanaan program kemitraan yang tepat harus sesuai dengan kebutuhan para pemangku kepentingan serta bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hal ini merupakan kunci penting untuk program berkelanjutan bisnis perusahaan di masa depan.

“Kami bertekad kuat untuk mewujudkan keseimbangan antara mencari keuntungan (profit) dengan memberikan manfaat bagi masyarakat (people) serta ikut serta melestarikan lingkungan dimanapun Hutama Karya beroperasi (planet),” terang Fauzan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)