IABC 2019 Tekankan Pentingnya Tata Kelola Perusahaan Demi Hindari Skandal Keuangan

Meningkatnya kebutuhan akan tata kelola praktik akuntansi dan tren bisnis sejalan dengan pertumbuhan operasi bisnis. Ide-ide inovatif terus dikembangkan di semua bidang bisnis dan keuangan agar tetap relevan dengan iklim ekonomi saat ini.

Merespons hal itu, International Accounting and Business Conference (IABC) kembali diselenggarakan untuk yang keenam kalinya dengan tema “Towards Greater Transparency, Accountability and Sustainability in Financial Governance” di Kampus STIE Indonesia Banking School, Jakarta, tanggal 21-22 Agustus 2019. IABC ini diikuti oleh 77 peserta nasional maupun internasional.

Konferensi internasional ini dibuka oleh Dr. Solikin M. Juhro, Ketua BI Institute. Solikin juga memberikan keynote bahwa Bank Indonesia berperan sebagai pengambil kebijakan terkait dengan kredibilitas dan tata kelola industri keuangan di Indonesia.

Selain Solikin, hadir pula Prof. Datuk Syed Othman Al Habshi, Board of
Director Kuala Lumpur University yang memberikan keynote speech . “Pentingnya tata kelola perusahaan dalam menghindari skandal keuangan di dalam perusahaan,” ujarnya.

IABC adalah wadah untuk berbagi dan mengomunikasikan praktik terkini di bidang Keuangan Islam, Keuangan & Ekonomi, Bisnis, Akuntansi, Manajemen & Pemasaran, serta Ilmu Informasi. Wadah ini adalah kesempatan bagi para praktisi, peneliti, akademisi dan pembuat kebijakan di
bidang akuntansi dan bisnis, untuk berkumpul dan berpartisipasi dalam pertukaran pengetahuan dan ide. Konferensi ini juga menyediakan sarana untuk penelitian berkualitas tinggi di semua aspek akuntansi dan bisnis.

Konferensi internasional ini untuk pertama kalinya diadakan di Indonesia. Sebelumnya diselenggarakan di Malaysia. STIE Indonesia Banking School (Indonesia) bekerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (Malaysia) dalam menyelenggarakan IABC 2019.

Selain bekerja sama dengan Universiti Tekonologi MARA, STIE Indonesia Banking School juga berkolaborasi dengan enam kampus lain untuk menjadi co-host acara ini, yaitu Institut Bisnis Nusantara, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Trisakti School of Management, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Pancasila, STIE Multi Data Palembang.

Penyelenggaran IABC 2019 juga didukung oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia, Bank BTN, dan Wardah.

Dalam kesempatan itu, juga ditandatangani perjanjian kerja sama (MoU) antara STIE Indonesia Banking School dan Universiti Teknologi MARA dengan seluruh co-host.

Manafaat dari kerja sama STIE Indonesia Banking School dan Universiti Teknologi MARA Malaysia ini adalah program tukar belajar-mengajar mahasiswa dan dosen di Indoensia dan Malaysia, penelitian, penerbitan jurnal di dua kampus tersebut.

Hingga saat ini STIE Indonesia Banking School telah memiliki total 1.717 orang mahasiswa untuk S1 dan S2. “Tiap tahun kami menerima 200-300 mahasiswa baru untuk 4 program studi. Masing-masing adalah Akuntansi, Manajemen, Islamic Banking dan Magister Management,” jelas Dr. Solikin M. Juhro, yang juga menjabat sebagai Rektor STIE Indonesia Banking School.

“Dalam waktu dekat kami juga akan buka jurusan Vokasi dan Digital Business. Sebab, untuk lulusan S1 biasa belum tentu siap kerja. Jadi dengan jurusan Vokasi, maka lulusan bisa siap kerja di industry perbankan,” ungkapnya lagi.

Adapun biaya kuliah di STIE Indonesia Banking School tergolong terjangkau, yakni Rp11 juta tiap semester. Malahan, ada program beasiswa bagi mahaiswa yang kurang mampu, berprestasi akademik, olahraga atau seni budaya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)