IBEC 2021 Bahas Tantangan Jalankan Bisnis Beretika dan Berintegritas di Organisasi

Etika bisnis merupakan hal yang penting untuk membangun nilai, budaya, perilaku, di dalam organisasi. Dengan menjalankan prinsip bisnis yang beretika, organisasi dapat memberikan dampak yang positif baik dari dalam maupun luar organisasi. Kaitannya dengan tanggung jawab moral, bisnis secara beretika dapat membuat praktik bisnis semakin transparan dan memberikan kontribusi positif bagi keberlangsungan bangsa.

Ada beberapa isu kaitannya dengan penerapan etika bisnis di organisasi. Pertama, pemahaman etika di seluruh bagian yang ada dalam organisasi. Kedua, pengamalan etika secara konsisten baik di internal organisasi maupun eksternal organisasi. Ketiga, variasi generasi yang ada di organisasi dimana diharapkan budaya beretika terus ditumbuhkembangkan lintas generasi. Keempat,  tantangan menjalankan bisnis yang beretika dan berintegritas di organisasi. Kelima, pemahaman langkah konkrit yang dapat dilakukan di organisasi dalam menerapkan bisnis yang beretika.

Merespons tantangan tersebut, digelar International Business Ethics Conference (IBEC) 2021. IBEC merupakan acara yang diadakan untuk mempertemukan praktisi dan akademisi etika bisnis dan membahas serta mencari solusi dari isu-isu yang terjadi di industri kaitannya dengan implementasi etika bisnis di organisasi.

“IBEC juga menyajikan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Etika dan Budaya Organisasi Soedarpo Sastrosatomo (PEBOSS) PPM Manajemen berkaitan dengan isu-isu terkini. Hasil penelitian sangat bermanfaat untuk memahami bagaimana pengamalan dan pemahaman etika, serta iklim etika dalam organisasi, sehingga bermanfaat untuk terus membudayakan iklim etika pada industri di Indonesia,”  Shanti L. Poesposoetjipto, Ketua Yayasan PPM.  

Selain itu, IBEC 2021 akan menghadirkan narasumber praktisi yang kompeten untuk menjawab permasalahan-permasalahan. Sebut saja bagaimana upaya dan aksi dalam penerapan etika bisnis di organisasi? 2.     Bagaimana langkah untuk memperkuat peran seluruh stakeholder agar meningkatkan penerapan etika di organisasi? Bagaimana praktik dan penerapan sistem whistleblowing dalam organisasi?

Tak kalah menariknya, dalam konferensi yang berlangsung virtuap pada tahun 2021 ini akibat pandemi Covid-19, juga akan membagas bagaimana memperkuat peran serta masyarakat dalam membangun bisnis beretika dan berintegritas? Bagaimana pengalaman dan praktik yang dilakukan di dalam negeri maupun luar negeri dalam upaya memperkuat kepulauan kejujuran?

Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami upaya dan aksi dalam penerapan etika bisnis di organisasi. Lalu, memahami langkah untuk memperkuat peran stakeholder dalam meningkatkan penerapan etika di organisasi.Juga, memahami praktik dan penerapan sistem whistleblowing dalam organisasi. Tidak kalah pentingya untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam membangun bisnis beretika dan berintegritas. Selain itu, berbagi pengetahuan, pengalaman, maupun praktik yang dilakukan di dalam negeri maupun luar negeri dalam upaya memperkuat kepulauan kejujuran.

Konferensi IBEC 2021 ini harus dihadiri oleh para manajemen puncak, level direktur hingga Manajer Etika dan Compliance, manajer madya, dan lini pertama (first line) semua fungsi yang bersinggungan dengan audit organisasi.

Shanti L. Poesposoetjipto membuka IBEC 2021 dengan welcoming speech dan dilanjutkan sambutan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.  Kemudian, pemaparan materi disajikan oleh sejumlah pembicara yang terbagi dalam 10 sesi selama dua hari (7-8 Juli 2021). Pada sesi pertama hadir pembiacara Erry Riyana Hardjapamekas  selaku Chairman Advisory Committee Koalisi Anti Korupsi Indonesia (KAKI) dan  Gibson Haynes – Indonesia’s Project Officer Center for International Private Enterprise (CIPE).

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)