ICED Institute Ingin Tingkatkan Daya Saing Bangsa

Jimmy Gani, pengusaha sekaligus CEO IPMI International Business School, mendirikan sebuah lembaga nirlaba yang diberi nama Indonesian Competitiveness and Economic Developement (ICED) Institute. ICED Institute akan menjadi lembaga think-tank yang memfokuskan diri pada isu ekonomi digital.

Jimmy menjelaskan, berdirinya ICED Institute didasari atas kesadaran akan pentingnya peningkatan daya saing Indonesia di level internasional khususnya di bidang ekonomi, keuangan, dan teknologi. Ia menambahkan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah kunci keberhasilan bangsa saat ini.

"Indonesia membutuhkan strategi percepatan pembangunan berbasis TIK supaya dapat bersaing secara global. Berdasarkan WEF, peringkat Indonesia masih di bawah Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura. Tujuan akhir daya saing adalah meningkatkan kemakmuran sebuah negara, sehingga sumber daya saing terletak pada industri dan perusahaannya," tutur Jimmy.

Ia melanjutkan bahwa ICED Institute ingin menjadi fasilitator dari para pelaku bisnis, akademisi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain untuk merajut pemikiran dan mengkolaborasikan ide demi meningkatkan daya saing bangsa.

Selain itu, Jimmy menyadari bahwa membangun usaha startup tidak mudah, dan di sisi lain juga banyak perusahaan bergaya lama yang harus gulung tikar karena disrupsi digital sehingga ICED Institute juga akan menggandeng komunitas serta kemitraan strategis lainnya.

"Kami akan terlibat dalam kegiatan yang tidak hanya terkait dengan riset, kebijakan publik dan konsultasi tapi juga berusaha menggandeng komunitas, kami juga akan memfasilitasi para pengusaha yang usahanya mungkin tergerus oleh digital, untuk berkolaborasi di bidang ekonomi, keuangan, teknologi, pendidikan dan media serta menjalin kemitraan dengan pemerintah dan berbagai perusahaan," jelasnya.

Untuk langkah awal dalam waktu dekat, ICED Institute akan melakukan audiensi mendengarkan masalah dari berbagai pihak terkait isu tersebut sebagai landasan menyiapkan riset penelitian.

"Langkah pertama, kami akan ajak bicara apa sih masalah-masalah yang mengemuka, seperti misalnya yanh mengemuka tadi adalah isu talent, ini kan bisa dipelajari, bagaimana memanage sumber daya. Untuk mendukung mnciptakan policy yang tepat. Juga melihat isu sosial apa yang belum tersentuh digital," ungkapnya.

Bari Arijono, Chairman of Association of Digital Entrepreneur in Indonesia, yang hadir dalam peresmian ICED Institute, mengatakan bahwa peran dari lembaga nirlaba seperti ini sangat penting melihat sulitnya dan mendorong pertumbuhan startup yang kompetitif.

"Saya rasa ini institut yang pertama kali memfokuskan diri terhadap isu ekonomi digital. Di sinilah perannya ICED Institute untuk mengolaborasikan atau menjadi mediasi antara para investor, startup, dan lainnya," ujar Bari.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)