IDEC 2023 Usung Transformasi Ketahanan Kesehatan Gigi

IDEC 2023 akan menghadirkan sekitar 250 exhibitor dari industri dental (Foto: Ist)

Setelah vakum karena pandemi, PB PDGI bekerja sama dengan Koelnmesse dan Traya Eksibisi Internasional siap menggelar pameran dagang dan konferensi internasional kedokteran gigi terbesar di Indonesia, yakni Indonesia Dental Exhibition Exhibition & Conference (IDEC) untuk ketiga kalinya, pada 15-17 September 2023 di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan.

Menempati area seluas 6.000 meter persegi dengan komposisi 60 persen lokal dan 40 persen perusahaan internasional, IDEC 2023 akan menghadirkan sekitar 250 exhibitor dari industri dental practice, dental laboratory, infection control and maintenance, dental service, information, communication and organization, serta 20 international group pavilion di antaranya dari Jerman, Italia, Korea Selatan dan Amerika Serikat

Mengusung tema The Transformation of Dental Health Resiliency, pameran berkonsep Bussiness to Bussiness (B to B) dua tahunan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri kedokteran gigi guna mempercepat proses transformasi kesehatan nasional yang ditargetkan rampung pada 2024.

Dalam rapat kerja peluncuran IDEC 2023 di JCC, kemarin, Direktur Traya Eksibisi Internasional Andy Wismaryah mengatakan, IDEC merupakan ajang yang tepat untuk memamerkan inovasi teknologi terbaru dan layanan di industri kesehatan gigi.  Event ini dikemas terintegrasi dengan seminar dan hands-on yang menarik, sehingga menjadi agenda penting bagi industri kedokteran gigi, profesional dokter gigi, tenaga medis, dental supplier, pelaku manufaktur alat kesehatan, bahkan masyarakat pada umumnya untuk saling berbagi informasi dan berjejaring meningkatkan pengetahuan dan kompetensi demi meningkatkan derajad kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Kolegium Dokter Gigi Indonesia sekaligus Ketua Penyelenggara IDEC 2023 drg. Diono Susilo, MPH menjelaskan antusiasme  para peserta pada dua kali penyelenggaraan IDEC sebelumnya sangat besar dan mendorong PB PDGI untuk menggelar IDEC dengan kemasan yang lebih komprehensif.  Tidak hanya menyuguhkan teknologi dan perangkat alat kedokteran gigi teranyar, tetapi juga seminar dan simposium terkait pelayanan kesehatan gigi bertaraf internasional.

Menurut data Konsil Kedokteran Indonesia per 2 Agustus 2022, tercatat sekitar 38 ribu dokter gigi yang terdiri dari 34.222 dokter gigi umum dan 4.601 dokter gigi spesialis yang terdaftar. Sejalan dengan pertumbuhan jumlah dokter gigi yang pesat, maka dirasa perlu untuk meningkatkan kualitas keilmuan, pengetahuan dan keterampilan dari para dokter gigi dalam memberikan layanan kesehatan gigi dan mulut secara professional.

“Kolaborasi dan sinergitas sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses tranformasi kesehatan nasional yang menjadi perhatian besar pemerintah,” kata drg Diono Susilo.  Melalui IDEC, dia berharap, dapat menjembatani dan menghubungkan seluruh stakeholder yang diyakini mampu memperkuat ekosistem kesehatan gigi

Pandemi Covid-19 diakui  Diono  memberikan pelajaran bagi Indonesia untuk lebih sigap dan antisipatif dalam menghadapi kehidupan endemi maupun mengantisipasi pandemi lainnya di masa mendatang. Setidaknya, Indonesia harus sudah lebih siap dari sisi obat-obatan, alat kesehatan, tenaga kesehatan termasuk surveilan terhadap penyakit menular. Salah satu inovasi teknologi yang diharapkan semakin banyak dihadirkan ialah alat skrining atau alat pendeteksi dini yang mampu mendeteksi penyakit dan menghindari tingkat keparahan suatu penyakit.

Dengan menghadirkan lebih banyak komunitas bisnis internasional dan lokal dengan inovasi teknologi yang solutif, Mathhias Kuepper, Managing Director Koelnmesse  optimis, penyelenggaraan IDEC tahun ini dapat lebih sukses dari penyelenggaraan dua event  sebelumnya di tahun 2017 dan 2019. 'Baik pengunjung lokal maupun internasional akan memiliki kesempatan untuk mencari dan menemukan produk, layanan, dan solusi gigi dari seluruh dunia," tandasnya.

Andy menargetkan sedikitnya 5.000 pengunjung hadir pada IDEC 2023. Pameran bisnis ini tidak mengenakan tarif tiket masuk bagi pengunjung yang melakukan pendaftaran online. Tiket sebesar Rp50 ribu hanya dikenakan pada pengunjung yang registrasi pada saat event berlangsung (on site).

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)