IDH Berikan Pelatihan untuk 15 Ribu Petani Kopi di Malang

Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH) bekerja sama dengan PT Asal Jaya, perusahaan eksportir kopi, untuk membantu 15.000 petani kopi di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Program tersebut dimulai pada 2016 hingga awal 2021 yang mencakup 4 Kecamatan yakni Ampel Gading, Sumber Manjing Wetan, Tirtoyudo dan Dampit (AMSTIRDAM).

Melati, Program Manager Commodities and Intact Forest Yayasan IDH mengatakan pihaknya melihat sistem budidaya kopi di empat kecamatan tersebut pada awalnya dilakukan dengan cara konvensional karena keterbatasan ilmu pengetahuan mulai dari pengelolaan lahan, teknik memetik kopi, dan pemasaran.

“Masing-masing petani melakukan dengan cara yang berbeda sehingga kopi yang dihasilkan tidak maksimal dan kualitasnya tidak seragam” kata dia. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pembangunan ekosistem terintegrasi di level kelompok petani kopi, yaitu pembentukan organisasi kelompok tani dan pelatihan serta kegiatan nyata di lapangan melalui kebun percontohan atau demo farm.

Model tersebut, menurutnya, dapat direplikasi kelompok tani dengan mengembangkan intercropping atau sistem tumpang sari, seperti menanam vanilla, jahe, pisang, termasuk ternak lebah yang menghasilkan madu dan mempercepat penyerbukan kopi, juga ternak kambing dimana limbahnya jika dicampur dengan sisa kulit kopi dapat diolah menjadi pupuk untuk menghasilkan bibit kopi berkualitas.

“Pengembangan tersebut akan menghasilkan biji kopi yang berkualitas tinggi dan memberikan penghasilan tambahan bagi petani dari hasil kebun non kopi, pengelolaan pupuk dan bibit kopi,” ujarnya.

Di sisi lain, Haryanto, Direktur PT Asal Jaya mengatakan permintaan kopi untuk pasar luar negeri sangat tinggi, sementara supply dari petani lokal, khususnya Malang masih minim yakni sebanyak 10% dari total kopi yang diekspor. “ Hal ini yang mendorong kami mengembangkan pertanian kopi lokal bersama dengan Yayasan IDH sehingga dapat memberikan dampak ekonomis dan keberlanjutan yang lebih baik bagi petani,” kata Haryanto.

Kerja sama tersebut dilakukan dengan sistem co-funding (pendanaan bersama) untuk model pembinaan ekosistem di perkebunan kopi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)