Ikhwan Kibarkan Privatq di Yogyakarta

Tingginya jam terbang sebagai pengajar privat bagi para siswa sekolah menginspirasi Ikhwan Catur Ramadhan terjun ke bisnis pendidikan.

Pemuda asal Yogyakarta ini  membuat layanan pengajaran privat terintegrasi berbasis aplikasi smartphone dan website bernama PrivatQ. Operasionalisasi startup ini di bawah naungan PT Privatku Global Indo yang  baru saja meluncurkan layanan perdana.

Ikhwan, sebagai Co-Founder dan CEO PrivatQ, menjelaskan, PrivatQ sebagai sistem pemesanan on-the-go secara real time yang menghubungkan antara tentor dan siswa yang diberikan, sehingga memungkinkan tentor untuk menawarkan jasa privat, dan siswa untuk mencari tentor terdekat sesuai minat dan kebutuhannya kapanpun di manapun.

“Pengalaman menjadi pengajar privat sejak SMA meyakinkan saya terhadap perlunya inovasi-inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, salah satunya menggunakan teknologi. Kami dari PrivatQ memiliki mimpi untuk turut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkapnya.

Ikhwan mengatakan, perlunya menumbuhkan interaksi peer-to-peer dalam meningkatkan kualitas pendidikan salah satunya proses pendampingan secara langsung. “Ada beberapa hal yang tidak bisa diadopsi secara utuh dalam pendidikan, salah satunya proses pendampingan secara langsung, dan kami ingin menumbuhkan hal itu,” tambahnya.

Ia melanjutkan, saat ini PrivatQ telah tersedia di Yogyakarta dan Solo. Ke depan, jumlah kota akan terus berkembang sesuai dengan misi PrivatQ untuk turut berkontribusi dalam proses mencerdaskan bangsa. “Kalau kita memang serius ingin berpartisipasi memajukan pendidikan di Indonesia, tentu tidak melulu harus dilakukan di Jakarta, kita bisa memulainya dari kota-kota kecil.” lanjut Ikhwan.

Pemilihan Kota Yogyakarta sebagai lokasi peluncuran juga berkaitan erat dengan semangat tersebut. Ikhwan menjelaskan bahwa PrivatQ ingin menghidupkan kembali citra Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan. “Kalau Amerika punya Silicon Valley, kita punya Kota Pendidikan, yaitu Yogyakarta,” ujarnya lagi.

Hal ini disambut baik oleh Prof. Suyanto Ph.D., Ketua Tim Evaluasi Kurikulum 2013 dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta. Menururtnya, inovasi-inovasi teknologi pendukung pendidikan harus terus dikembangkan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. “Jangan jadikan teknologi sebagai tujuan, tetapi sebagai tools untuk mencapai pendidikan berkualitas.” ujar Suyanto.

PrivatQ telah memiliki lebih dari 400 tentor di Yogyakarta dan 200 di Solo. Untuk beberapa bulan ke depan, PrivatQ menargetkan sejumlah 1.200 untuk tentor di wilayah Yogyakarta dan Solo. Kini, PrivatQ sedang merintis layanannya di sejumlah kota, yaitu Jakarta, Malang, Surabaya, dan Semarang.

Saat ini aplikasi PrivatQ telah tersedia untuk diunduh melalui Google Play Store untuk Android. Dalam waktu dekat, PrivatQ juga akan meluncurkan aplikasinya untuk pengguna iOS.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)