IKT Bertekad Menjadi Pengelola Terminal Kendaraan Berkelas Dunia

Chiefy Adi K Chiefy Adi K, Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal

Kinerja PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) dari tahun ke tahun kian moncer. Hingga Juli tahun ini Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) membukukan pendapatan Rp 230 miliar, sedangkan labanya Rp 102 miliar. "Hingga akhir tahun kami menargetkan pendapatan sekitar Rp 275 miliar dan laba Rp 150 miliar," kata Chiefy Adi K, Direktur Utama IKT.

Menurut Chiefy, yang baru diangkat pada 10 Maret 2017 lalu, IKT terus bergerak melakukan berbagai langkah tranformasi bisnis dan budaya di perusahaan ini. Transformasi bisnis dimulai dengan menajamkan visi perusahaan menjadi pengelola terminal kendaraan berkelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan.

Dari visi tersebut, IKT diharapkan mampu menjadi perusahaan pengelola terminal kendaraan profesional dan dapat disejajarkan serta bersaing dengan penyedia layanan terminal kendaraan terbaik di Asia Tenggara maupun Dunia.

Ia menambahkan, untuk menjadi pengelola terminal kendaraan berkelas dunia komponen yang perlu ditingkatkan adalah, image perusahaan yang baik, fasilitas infrastruktur yang modern dan sistem yang terintegrasi

Selain itu, IKT diharapkan mampu menarik pengguna jasa terminal kendaraan baik domestik maupun internasional untuk bekerjasama dengan IKT. Diakui  Chiefy,  hal terpenting Komponen untuk menjadi terminal kendaraan yang unggul dalam operasional; menerapkan standar operasional terbaik didunia, memiliki produktifitas yang tinggi, bekerja secara efektif dan efisien, menerapkan international best practice dan mengimplementasikan kebijakan zero accident  serta mampu memenuhi  SLA/SLG yang disepakati dengan pengguna jasa.

Kinerja operasional dan keuangan mengalami terus peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Misalnya, kunjungan kapal tumbuh 114%,  throughput naik 138,6%, pendapatan meningkat 42% dan laba tumbuh 250%.

IKT juga turut membantu pemerintah dalam menjalankan program tol laut/tol maritim melalui program Short Sea Shipping. Adapun realisasinya adalah rute Jakarta-Gresik-Jakarta melalui kerjasama dengan PT JZK dan PT Maspion Industrial Estate serta Manajemen Kerjasama Operasi Maspion Terminal Kendaraan Indonesia (MKO-MTKI).

Tahun depan, IKT berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) yang akan dilaksanakan pada Semester I Tahun 2018 dengan melepas sekitar 30% saham senilai Rp 1 triliun. Dana tersebut rencana untuk membangun beberapa terminal seperti di Belawan, Dumai, Makassar, Semarang dan lain-lain.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)